Berita

gus dur/net

Rizal Ramli: Gus Dur Dilengserkan Bukan Karena Buloggate

SELASA, 12 JANUARI 2016 | 15:37 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dilengserkan sebagai Presiden RI pada Juli 2001 bukan karena terlibat korupsi.

Lengsernya Gus Dur merupakan konspirasi dari elite politik yang terganggu dengan cara berpikir dan perubahan-perubahan yang dilakukan oleh Gus Dur.

Begitu disampaikan Rizal Ramli saat menghadiri peringatan haul wafatnya Gus Dur di kediaman Mahfud MD di Jakarta, Senin (11/1) malam.


"Gus Dur dilengserkan secara tidak adil karena tidak melakukan pelanggaran konstitusi. Bahkan orang yang menyebut Gus Dur korupsi sebenarnya pernah dipecat oleh Gus Dur," kata Rizal yang di era pemerintahan Gus Dur menjabat Menko Perekonomian.

Menurut Rizal, pemakzulan Gus Dur di tengah jalan bukan disebabkan persoalan hukum Bulogate seperti yang dituduhkan selama ini.

"Gus Dur sama sekali tidak terkait kasus itu. Nama Gus Dur hanya dicatut," katanya.

Nama Gus Dur dicatut oleh Soewondo, tukang pijat Gus Dur, yang berkomplot dengan Wakil Kepala Bulog ketika itu, Sapuan, untuk membobol dana Yayasan Dana Bina Sejahtera Karyawan Badan Urusan Logistik (Yanatera) senilai Rp 35 miliar.

Sapuan ingin menggunakan dana Yayasan Yanatera untuk melobi agar terpilih sebagai Kepala Bulog.‎

"Nyatanya yang terpilih sebagai Kepala Bulog ketika itu bukan Sapuan, tapi Rizal Ramli," kata Rizal yang kini menjabat Menko Maritim dan Sumber Daya.

"Banyak character assasination ‎(pembunuhan karakter) terhadap Gus Dur. Buktinya keluarganya hidup sederhana, enggak ada wah-wahnya dan hebat-hebatnya setelah beliau (Gus Dur) tidak jadi presiden," ungkapnya.

Untuk itu, Rizal setuju sejarah harus diluruskan agar tidak terjadi simpang siur di masa depan terkait diturunkannya Gus Dur sebagai presiden sebelum masa jabatannya berakhir.

Rizal mendukung jika nama cucu pendiri Nahdhatul Ulama (NU), KH Hasyim Asyari itu direhabilitasi‎. Selain Rizal, dua menteri di era Gus Dur, Luhut Panjaitan (Menteri Perdagangan dan Perindustrian) dan Mahfud MD (Menteri Pertahanan), juga berkomitmen meluruskan sejarah pemakzulan Gus Dur.

"Kami bersama-sama dengan pak Mahfud MD dan teman-teman Gusdurian (berkomitmen) memperjuangkan untuk merehabilitasi nama Gus Dur," tukasnya.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya