Berita

Politik

Yasonna Laoly Layak Disebut 'Dokter' Perusak Parpol‎

MINGGU, 10 JANUARI 2016 | 21:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly layak disebut sebagai "dokter" perusak partai politik. Pasalnya, Yasonna sukses merawat konflik internal dua partai tua di Indonesia, Golkar dan PPP, melalui kepengurusan ganda.

‎"Yasonna teramat lihai mengelola permasalahan Golkar dan PPP. Akibat kelihaian Yasonna sekarang Golkar dan PPP menjadi 'kerdil' dalam perpolitikan Indonesia," kata Ketua Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW),‎ Junisab Akbar kepada redaksi (Minggu, 10/1).

‎Dia menduga tindakan Yasonna untuk menjaga kebesaran PDIP di pemilu mendatang sekaligus untuk melemahkan legislatif di bawah kendali Koalisi Merah Putih. ‎


‎Bila diamati menggunakan model analisa kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN), sebut Junisab, tindakan Yasonna mendekati kata sempurna. Yasonna maksimal 'menegakkan' fungsinya sebagai pelaksana tata kelola hukum dan HAM, yang sayangnya semua itu dilakukan sarat muatan politik.

‎"Lihatlah, kadang kebijakannya seperti berseberangan dengan yang diungkapkan Jokowi walaupun tidak secara tegas ditujukkan Jokowi ke publik," katanya.‎

‎Apakah tindakan Yasonna hasil buah pikirnya sendiri, ataukah berasal dari Presiden Jokowi? Pertanyaan ini kata Junisab, bisa terjawab setela reshuffle jilid 2 nanti. Jika Yasona diganti maka dipastikan selama ini kebijakan dia bukan dari Jokowi. Demikian juga sebaliknya.<‎br>
‎‎"Sebaiknya kita tunggu apakah Yasonna dipecat, atau tetap dipertahankan di kabinet," tukasnya.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya