Berita

Pendapatan Pajak 2015 Diragukan

KAMIS, 07 JANUARI 2016 | 15:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pendapatan negara dari sektor pajak tahun 2015 sebesar  Rp 1110 triliun atau setara dengan 85 persen dari target dinilai hanya klaim di atas kertas.

"Sesungguhnya capaian itu baru klaim di atas kertas semata, itu hanya klaim yang sulit dibuktikan kebenarannya," kata Junisab Akbar, Ketua Pendiri Indonesian IAW kepada wartawan di Jakarta Kamis (7/1).

Junisab meminta Menteri Keuangan berbicara jujur. Sebab hingga akhir November 2015, realisasi penerimaan pajak baru tercapai sekitar Rp 865 triliun atau kurang Rp 430 triliun dari target Rp 1.294 triliun di 2015. Hal itu sebagaimana diakui Sigit Priadi Pramudito, dan menjadi alasan dirinya mundur sebagai Dirjen Pajak per 1 Desember 2015.


Sebaliknya dia menilai tidak sepantasnya Menkeu memuji secara berlebihan kinerja Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi. Teramat sulit menilai Ken karena belum genap sebulan menjabat.

"Itu terlalu prematur. Entah apa makna sanjungan itu. Sebenarnya tidak usah disanjung, karena itu sudah menjadi kewajiban seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). Bisa dibayangkan, seperti apa penilaian Dirjen Bea dan Cukai dan lainnya menyikapi pujian berlebih tersebut," katanya.

Junisab menduga pemaparan Menkeu terkait pendapatan pajak tahun 2015 yang patut diragukan kebenarannya itu sebagai bentuk 'akrobat politik' seiring menguatnya wacana reshuffle.

"Jangan-jangan dia mensinergikan klaim itu dengan 'harapan' supaya tidak direshuffle," ungkap Junisab.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya