Berita

yusril ihza mahendra

Yusril Ihza Mahendra: Perkara RJ Lino Tidak Satu

SELASA, 05 JANUARI 2016 | 22:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pihak Pelindo II sebelumnya sudah menyiapkan dana sebesar Rp 12,1 miliar sebagai biaya jasa pengacara Yusril Ihza Mahendra yang akan mendampingi RJ Lino, berdasarkan dokumen berlogo Indonesia Port Corporation (nama lain Pelindo) yang sempat beredar.

Dia akan menjadi pengacara mantan Dirut Pelindo II yang ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus korupsi dalam pengadaan tiga unit quay crane container (QCC) oleh perusahaan BUMN tersebut pada tahun 2010.

Yusril menjelaskan angka tersebut berdasarkan perhitungan dari pihak Pelindo sendiri. Karena memang tidak hanya satu perkara pemilik nama lengkap Richard Joost Lino tersebut.


"Kan perkaranya nggak satu. Dia (Lino) mau nguji UU ke MK, ada lagi praperadilan, ada lagi menangani perkaranya sendiri. Ada tiga sampai empat perkara. Bukan cuma satu. Kalau dirinci satu-satu perkara (bayarannya sebagai pengacara) sekitar Rp1 miliar sampai Rp2 miliar sih biasa-biasa saja," ucap Yusril di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Selasa (5/1).

Walau memang, dia menambahkan, kalau sudah ada pertemuan dengan dirinya, biayanya tidak akan sampai seperti yang tertera dalam dokumen yang beredar tersebut.

"Kalau sudah bicara dengan kami, pasti jumlahnya tidak seperti itu. Kan namanya diskusi dulu. Tapi itu kan ancer-ancer anggaran yang dikeluarkan perusahaannya seperti itu. Bukan berarti persetujuan dengan kami," tandas Yusril.

Karena, kata Yusril, saat pihak Pelindo menyampaikan ke media bahwa dirinya menjadi pengacara Lino, merupakan pernyataan sepihak. Sebab Yusril belum pernah dihubungi dan pada saat bersamaan dirinya sedang berada di Afrika. "Belum dibicarakan sama sekali. Itu kesepakatan internal mereka," jelasnya.

Makanya, mantan Mensesneg ini kecewa karena pihak Pelindo sudah berbicara ke media terkait penunjukannya sebagai pengacara padahal belum ada kesepakatan.

"Kan kalau itu (penunjukan sebagai pengacara) mungkin dasar untuk bicara dengan kami. Tapi belum bicara dengan kami itu kok sudah tersebar kemana mana. Itu aja masalahnya," tekan Yusril.

Karena itu pula, sambung Yusril, angka Rp12,1 M yang tertera dalam dokumen berlogo Indonesia Port Corporation (nama lain Pelindo) sebagai biaya jasa pengacara, berasal dari pihak Lino sendiri.

Namun belakangan Yusril akhirnya memutuskan mundur karena tidak ingin biaya pendampingan hukum Lino tersebut ditanggung Pelindo II. [zul]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya