Berita

ketum pan-presiden

Yandri Susanto: Kalau Ada Reshuffle, Bukan Untuk Akomodir PAN

KAMIS, 24 DESEMBER 2015 | 20:14 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Wacana Presiden Joko Widodo akan kembali merombak kabinet kian santer terdengar.

Namun, kalaupun Jokowi melakukan itu bukan karena PAN sudah menyatakan bergabung dalam barisan pendukung pemerintahan. (Baca: Taufik Kurniawan Disebut Bakal Jadi Menteri, Ini Kata Ketua PAN)

"Kalau pun ada reshuffle, itu bukan mau mengakomodir PAN," ungkap Ketua DPP PAN Yandri Susanto saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL (Kamis, 24/12).


Sebagaimana diketahui, pada Pemilihan Presiden 2014, PAN bergabung dalam Koalisi Merah Putih dengan mengusung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sebagai capres-cawapres.

Namun pada awal September lalu, partai berlambang matahari biru ini memutuskan menjadi bagian dari partai pendukung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Melanjutkan keterangannya, Yandri menegaskan, kalau Presiden Jokowi merombak kabinet itu semata-mata untuk menggenjot dan memaksimalkan kinerja kabinet.

Karena sejauh ini, sambung Yandri, koordinasi antarkementerian simpang siur, kegaduhan sesama menteri kerap terjadi, dan penyerapan anggaran tidak maksimal.

Yandri menyampaikan itu saat dimintai tanggapan atas pernyataan politisi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu. Masinton mengaku sudah mendengar nama Taufik Kurniawan akan masuk dalam pemerintahan. "Pak Taufik Kurniawan, ada sayup-sayup terdengar (masuk kabinet)," kata Masinton. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya