Berita

Publika

Target Rehabilitasi 400 Ha Mangrove Masih Kurang

OLEH: ANDREAS A. HUTAHAEAN
SENIN, 14 DESEMBER 2015 | 23:27 WIB

AWAL Desember lalu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluncurkan beberapa program-program unggulan untuk tahun 2016.

Tingginya angka kerusakan ekosistem pesisir seperti ekosistem mangrove, membuat KKP mencangkan salah satu program prioritasnya yaitu rehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman mangrove.

Menurut publikasi hasil penelitian Badan Survey Geologi Amerika Serikat (USGS) di jurnal Global Ecology and Biogeography pada tahun 2012 di ketahui bahwa mangrove ekosistem yang ada di wilayah Indonesia adalah yang terluas di dunia yakni 3,11 juta Ha atau 22,6 persen dari luas mangrove ekosistem secara global.


Hasil estimasi ini di peroleh berdasarkan data citra satelite Lansat. Masih dalam publikasi yang sama di peroleh informasi bahwa laju rata-rata degradasi ekosistem mangrove di Indonesia adalah sebesar 0,3 persen atau sekitar 9330 Ha setiap tahunnya.

Hal ini di karenakan alih fungsi lahan kawasan mangrove menjadi perkebunan, tambak ikan, pertambangan atau pembangunan infrastruktur.

Untuk merehabilitasi kawasan mangrove tersebut, KKP berencana menanam 4 juta bibit mangrove pada tahun 2016.

Namun jumlah tersebut di rasa sangat kurang, jika tiap satu meter persegi lahan di tanami satu bibit mangrove, maka dengan 4 juta bibit tersebut hanya mampu merehabilitasi lahan mangrove seluas 4 juta meter persegi atau sama dengan 400 hektar saja pada tahun 2016.

Jumlah tersebut hanya mampu mengurangi laju degradasi ekosistem mangrove sekitar 4,3 persen dari rata-rata degradasi tahunan 9330 Ha.

Solusi Ke Depan

Alih fungsi lahan mangrove dapat di kurangi dengan mengurangi izin alih fungsi lahan dan pemanfaatan lahan secara berkelanjutan terutama untuk perkebunan dan tambak ikan.

Di samping itu pemerintah perlu menambah jumlah bibit mangrove untuk ditanam serta melibatkan seluruh stakeholder pemerhati mangrove baik dari pemerintah pusat, daerah atau lembaga swadaya masyarakat serta masyarakat setempat. Sehingga rehabilitasi kawasan pesisir dapat berlangsung lebih baik dan ekosistem mangrove dapat pulih lebih cepat. [***]

Penulis adalah peneliti pada Pusat Litbang Sumberdaya Laut dan Pesisir, Badan Litbang Kelautan dan Perikanan.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Harga iPhone di Indonesia Naik Juli 2026, Cek Daftar Harga Terbaru Semua Seri

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:21

Investasi Masyarakat, BRI Hadirkan ORI030 dengan Kupon Hingga 7%

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:13

IPW Desak Polri Periksa Febrie Adriansyah usai Akui Rumah Sentul Miliknya

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:09

Apa Saja Hak Pegawai Usai Kena PHK? Ini Daftar Hak yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:08

Berpotensi Abuse of Power, Jampidsus Febrie harus Dinonaktifkan

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:56

Jampidsus Febrie Adriansyah Ajari Kortastipidkor Polri Cara Tangani Kasus Batu Bara

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:51

Modal Dukungan 34 DPD, Wihaji Maju Jadi Ketum Ormas MKGR

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:30

Pakar Hukum: Temuan 74 Kg Emas Cukup jadi Alasan Kuat Jampidsus Mundur

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:17

KPK Periksa LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah, Ditemukan Dugaan Penggunaan Nominee

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:15

Tegang! Gedung Promoter Dijaga Puluhan Brimob Bersenjata Lengkap Jelang Konferensi Pers

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:05

Selengkapnya