Menpora Imam Nahrawi dan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mendukung Pekan Olahraga dan Seni antar Santri Diniyah Takmiliyah (Porsadin) I yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah Forum Koordinasi Diniyah Takmiliyah (DPW FKDT) Provinsi Jawa Timur (Jatim).
Dukungan tersebut disampaikan pada acara pembukaan Porsadin I Jatim di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Rabu (11/11).
Menpora menilai, kegiatan ini bermanfaat bagi pelajar Diniyah dan santri. Porsadin dirasa juga merupakan langkah objektif untuk mulai melakukan pembinaan olahraga usia dini.
"Dengan pekan olahraga ini, akan diperoleh bibit atlet dari kalangan santri. Saat ini, Pemerintah juga terus menggalakkan transfer teknologi khususnya di bidang olahraga. Peraturan tentang transfer pemain antar negara juga akan kita atur sehingga bisa menjaga dan melindungi atlet dalam negeri,†jelas Cak Imam saat memberikan sambutan.
Penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional, lanjut Menpora, merupakan momentum para santri dalam menunjukkan potensinya sebagai anak bangsa. Termasuk potensi di bidang seni dan olahraga.
Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf mengatakan, Porseni Madrasah Diniyah ini merupakan yang pertama kalinya. Diharapkan kegiatan ini menjadi panggung bagi santri untuk menunjukkan potensi. Serta bisa memberikan panggung kepada siswa siswi Diniyah dan santri untuk hidup sehat dengan olahraga dan kesenian.
"Dengan begitu, maka melengkapi olah pikir dan olah hati dengan olah raga. Selain itu, porseni diharapkan juga meningkatkan kesehatan fisik serta mental dari para santri yang belajar di Madrasah Diniyah,†ujarnya.
Porsadin I Jatim berlangsung sepekan dengan mempertandingan beberapa cabang olahraga dan seni. Seperti atletik, futsal, pencak silat, kaligrafi, pidato Bahasa arab dan inggris, tahfidz, cerdas cermat dan lain-lain, Ajang ini melibatkan sekitar 141 peserta putri dan 149 peserta pria. Di Jawa Timur sendiri, pelajar Madrasah Diniyah berjumlah 25.827. Mereka ini telah terseleksi di tingkat Kabupaten/Kota untuk kemudian berlaga di Porseni Madrasah Diniyah tingkat Jatim.
[sam]