Berita

Kesehatan

Pembekalan Tim Nusantara Sehat Gelombang II Dimulai

SENIN, 26 OKTOBER 2015 | 21:09 WIB

‎ Dalam rangka memeratakan tenaga medis dan kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI kembali mengadakan pembekalan kepada peserta Nusantara Sehat gelombang kedua.

Pada saat upacara pembukaan pembekalan peserta program Nusantara Sehat gelombang kedua, Menteri Kesehatan RI Prof dr Nila Farid Moeloek, SpM(K), menyampaikan bahwa Program Nusantara Sehat merupakan program yang dirancang dengan tujuan konkrit penguatan layanan primer (Puskesmas), sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat, melalui peningkatan jumlah, sebaran tenaga kesehatan berkualitas berbasis tim.

"Program yang juga dibuat untuk mendukung pelaksanaan program kesehatan, yang sejalan dengan Nawacita 'Membangun Indonesia dari Pinggir' ini dilakukan dengan pendekatan yang bersifat menyeluruh dan melibatkan anggota tim kesehatan sebagai interprofessional collaboration (dokter, bidan, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya)," kata Menkes, yang menjadi inspektur upacara dalam upacara di Pusdikkes Kodiklat TNI AD, Jakarta Timur, Senin (26/10).


Program Nusantara Sehat lahir setelah adanya kajian tentang distribusi tenaga kesehatan yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI pada 2012. Peserta program ini meliputi tenaga medis dan kesehatan, mulai dari dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, ahli teknik laboratorium medik, ahli gizi, dan ahli farmasi. Program berlangsung dua tahun di daerah perbatasan terpencil, perbatasan dan kepulauan, serta daerah bermasalah kesehatan.

‎"Gelombang kedua ini diikuti 605 peserta muda di bawah 30 tahun. Mereka akan ditempatkan di 100 puskesmas di daerah perbatasan terpencil, perbatasan dan kepulauan, dan daerah bermasalah kesehatan. Kenapa di puskesmas? Karena puskesmas adalah garda terdepan bagi kegiatan pelayanan kesehatan, termasuk usaha promotif, preventif, dan kegiatan proaktif untuk menjangkau sasaran di luar masyarakat sesuai rencana pembangunan kesehatan periode 2015-2019 dengan Paradigma Sehat," imbuhnya.

‎Belum dicapainya kesuksesan dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian balita (AKB), serta persoalan seperti stunting dan masalah gizi lainnya, serta pengendalian penyakit menular (seperti HIV/AIDS, Malaria, TB), penyakit tidak menular (kanker, jantung, dll), dikatakan Menteri memerlukan pendekatan keluarga, salah satunya dengan meningkatkan penyebaran dan kualitas tenaga kesehatan.

‎"Untuk itu, kami juga membekali peserta terdidik dan profesional ini dengan materi bela negara, penguatan program, pengembangan diri serta pelayanan medis dan komunitas, dengan kerjasama Pusdikkes Kodiklat TNI AD dan Rindam Jaya. Kami berharap setelah ini, peserta mampu menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di daerah perbatasan NKRI dengan berbekal disiplin, loyalitas, dedikasi, jiwa, korsa, dan semangat pantang menyerah di tempat tugasnya," imbuh Menkes.

‎Proses seleksi untuk rekrutmen Tim Nusantara Sehat gelombang kedua ini dilakukan pada September-Oktober 2015 melalui dua tahap, yaitu Tahap 1 Resume dan Esai, dan Tahap 2 tes psikologi, wawancara, dan focus group discussion dengan total pelamar 11.760 orang. Bagi peserta yang belum berhasil dalam seleksi ini dapat mendaftar kembali pada periode berikutnya pada awal tahun 2016. [sam]‎

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya