Berita

ilustrasi/net

Politik

Ribuan Buruh Akan Demo Tolak RPP Pengupahan Setiap Hari

MINGGU, 25 OKTOBER 2015 | 08:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Para buruh tergabung dalam berbagai serikat pekerja menolak Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pengupahan. Mereka pun telah dan akan terus melakukan aksi turun ke jalan untuk menolak pembahasan aturan itu.

"Aksi ribuan buruh ini akan dilakukan setiap hari, dimulai dari 24 Oktober aksi dilakukan oleh KPBI di Istana negara, 26 Oktober konvoi buruh di kawasan industri se Indonesia," kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam keterangannya yang diterima redaksi, Minggu(25/10).

Iqbal mengatakan KSPI bukan satu-satunya serikat pekerja yang menolak RPP Pengupahan. Serikat pekerja yang telah memutuskan melakukan perlawanan di seluruh Indonesia untuk menolak formula kenaikan upah minimum yakni inflasi plus PDB yakni KSPSI AGN, KSBSI, KPBI, KASBI, SPN, FSPMI dan ada 60 federasi serikat pekerja lainnya yang tergabung dalam Komite Aksi Upah (KAU).


Serikat pekerja dengan total anggota puluhan juta buruh ini telah memutuskan melakukan perlawanan, dan memperjuangkan kenaikan upah minimum (UMP/K) 2016 berkisar 22%-25%.

"Perlawanan kami lakukan melalui aksi besar-besaran dan bergelombang terus-menerus serta mimbar rakyat sedari Oktober-Desember 2015," imbuh Iqbal.

Said mengatakan, aksi buruh di kawasan nanti akan dilakukan di Pulo Gadung, KBN Cakung, MM 2100, Jababeka, Ejip, KIIC Karawang, Ngoro Sidoarjo, PIR Pasuruan, KIM Medan serta di kawasan Cikupa Tangerang dan lainnya.

"27 Oktober buruh SPN juga akan aksi di Istana negara serta tanggal 28 Oktober KSBSI dan buruh tekstil juga akan melakukan aksi di Istana negara," ungkapnya.

"Tak hanya di Istana Negara, pada tanggal 28-30 Oktober nanti aksi juga akan dilakukan oleh Serikat pekerja jalan tol juga akan melakukan aksi dengan menutup tol di seluruh Jabodetabek," tambah Iqbal.

Selain di tanggal tersebut, lanjut Said, pada tanggal 29 Oktober akan diadakan Mimbar rakyat dan pada tanggal 30 Oktober 50 ribu buruh KSPI dan KSPSI juga akan melakukan aksi di Istana negara.

"Sepanjang November aksi buruh di masing- masing kantor Bupati dan Gubernur akan terus dilakukan selain itu juga akan melumpuhkan kawasan industri dan pelabuhan. Dan nanti puncaknya, pada Desember mogok nasional akan dilakukan oleh 5 juta buruh di 200 kab/kota," pungkasnya.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya