Berita

hidayat nur wahid/net

Politik

Semprot Rizal Ramli, Kok Hidayat Nur Wahid Alergi

MINGGU, 25 OKTOBER 2015 | 07:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pernyataan politisi senior PKS Hidayat Nur Wahid yang mengatakan bahwa langkah-langkah perubahan di kabinet kerja sebagai kegaduhan dinilai sebagai bukti Hidayat  tidak menghendaki perbaikan kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo.‎

Peneliti Lingkar Studi Perjuangan (LSP) Agus Prayitno mengatakan pernyataan Hidayat tersebut menunjukkan Hidayat pro status quo.‎‎

"Ocehan Hidayat Nur Wahid adalah bagian dari upaya untuk menghambat laju perubahan di pemerintahan dan kabinet kerja. Pejabat publik seperti Hidayat Nur Wahid harus direvolusi mental," kata  Agus kepada Kantor Berita Politik RMOL.‎


Dia menanggapi pernyataan Hidayat yang disampaikan mengomentari wacana reshuffle jilid II. Hidayat mengatakan Jokowi perlu berhati-hati melakukan reshuffle meskipun hal itu sebagai hak prerogatifnya sebagai presiden. Menurut dia, Jokowi perlu mempertimbangkan reshuffle tidak membuat gaduh, bercermin dari kegaduhan yang dibuat  Rizal Ramli setelah diangkat jadi Menko Maritim dan Sumber Daya.

Dalam hemat Agus, pernyataan Hidayat setali tiga uang dengan para pejabat yang rata-rata pernah berada di pemerintahan SBY, yang mengkampanyekan langkah-langkah perubahan di kabinet kerja yang dilakukan Rizal Ramli sebagai kegaduhan.

‎Seharusnya, sebut Agus, Hidayat mendukung  langkah ‎Menko Maritim dan Sumber Daya itu karena berbagai kepretan rajawalinya murni untuk perbaikan bangsa dan negara. Lagi pula, sebagai contoh, kepretan Rizal terhadap rencana pembelian pesawat Garuda, tarif pulsa listrik, dwelling time dan terakhir tentang Freeport, justru memperoleh dukungan luas dari publik.‎

"Dukungan publik yang luas terhadap kepretan Rizal Ramli dikarenakan setidaknya selama 10 tahun terakhir pemerintah negeri ini lebih banyak abai terhadap persoalan rakyat. Kita bisa lihat hasil survei, Jokowi-JK lebih banyak didukung rakyat kecil dan Rizal Ramli adalah menteri yang baru 2 bulan tapi memperoleh penilaian positif 37 persen, lebih tinggi dibanding menteri-menteri lainnya yang lebih dulu duduk di kabinet," papar Agus.‎

Hasil nyata dari kepretan Rizal Ramli, masih kata Agus, pemerintah kini lebih sigap mengatasi berbagai persoalan. Apa yang terjadi saat ini akibat tindakan si "rajawali" merupakan dinamika perubahan, bukan kegaduhan seperti yang diungkap oleh pejabat-pejabat bermental inlander atau feodal. ‎

"Kita harus ingatkan kepada pejabat-pejabat seperti Hidayat Nur Wahid, bahwa kriteria bagi seorang pejabat publik berangkat dari rekam jejak, keberpihakan dan kompetensinya. Itulah yang dimaksud oleh Jokowi, mampu menterjemahkan visi Tri Sakti dan Nawacita," tukas Agus.[dem]‎

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya