Berita

Nusantara

Tim DVI Kesulitan Identifikasi Korban Kebakaran Gunung Lawu

SELASA, 20 OKTOBER 2015 | 03:21 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL.  Tim "Disaster Victim Identification" (DVI) Polres Magetan kesulitan  mengidentifikasi satu pendaki tewas akibat kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu pada jalur pendakian Cemoro Sewu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, yang masih tersisa.

"Masih ada satu pendaki tewas akibat musibah Gunung Lawu yang belum teridentifikasi. Hal itu karena minimnya data pendukung," ujar anggota tim DVI Polres Magetan, Aris Eko, Senin, (18/10), seperti dilansir Antara.

Menurut dia, para petugas menghadapi kendala minimnya data "ante mortem" dan "post mortem" korban, selain belum bisa dipadukannya data "ante mortem" dan "post mortem" korban.


Kendala lainnya adalah kondisi jasad korban yang hangus dan rusak akibat terbakar sehingga sulit dikenali ciri-ciri fisiknya.

Aris Eko menjelaskan, untuk mengungkap identitas pendaki tewas yang tersisa ini, tim DVI sudah mengambil sampel DNA korban untuk kemudian dikirim ke Puslabfor Polri Cabang Jawa Timur untuk ditindaklanjuti.

Tim SAR mendapat laporan bahwa Minggu siang (18/10) terdapat sembilan pendaki menjadi korban kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu, tepatnya di antara pos 3 dan 4 jalur pendakian Cemoro Sewu.

Dari jumlah itu, tujuh korban diketahui tewas dan dua lainnya kritis. Petugas juga telah berhasil mengidentifikasi enam dari tujuh korban tewas.

Keenam korban teridentifikasi adalah Sumarwan warga Beran, Ngawi; Nanang Setya Utama (16) warga Beran, Ngawi (anak Sumarwan); Rita Septi Hurika (21) warga Paron, Ngawi (keponakan Sumarwan); Awang Feri ferdika warga Karangasri, Ngawi (pacar Rita Septi); Joko Prayitno (31) warga Kebun Jeruk, Jakarta; dan Kartini (28) warga Jakarta.

Selain itu, ada dua korban kritis yakni, Eko Nurhadi (45) warga Karangjati, Ngawi yang dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya, dan Novi Dwi (14) warga Beran, Ngawi yang dirujuk ke Solo.

Adapun, korban kritis Novi Dwi adalah anak perempaun dari korban tewas Sumarwan dan korban kritis Eko keponakan dari korban tewas Sumarwan.

Hingga Selasa dini hari, ketujuh jenazah pendaki masih berada di posko DVI Operasi SAR musibah pendaki Gunung Lawu di RSUD dr Sayidiman Magetan.

Jenazah korban akan diserahkan kepada keluarga setelah dirilis koordinator operasi Kapolres Magetan AKBP Johanson Simamora. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya