Berita

Politik

Jokowi Diprediksi Segera Umumkan Reshuffle Kabinet Jilid II

MINGGU, 18 OKTOBER 2015 | 20:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Joko Widodo diyakin bakal kembali merombak Kabinet Kerja. Reshuffle jilid II diperkirakan akan diumumkan dalam waktu dekat, salah satunya sebagai langkah untuk merespon tingginya ketidakpuasan publik terhadap kinerja setahun pemerintah.

"Bila melihat faktor yang menyebabkan ketidakpuasan publik, kelihatannya Jokowi akan mengambil langkah Reshuffle jilid II. Ada beberapa menteri terkait yang disoroti karena harga bahan pokok, rupiah, kabut asap serta BBM," kata polster Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKopi), Hendri Satrio di Jakarta, Minggu (18/10).

Hasil survei terbaru KedaiKopi mengungkapkan, mayoritas masyarakat menyatakan tidak puas dengan kinerja setahun pemerintahan Jokowi-JK. Hendri mengatakan 54,7 persen masyarakat tidak puas. Dari hasil survei, ketidakpuasan publik dipicu tiga hal, yaitu harga bahan pokok yang tinggi (35,5 persen), pelemahan nilai tukar rupiah (23,7 persen) serta lambannya penanganan kabut asap (11,8 persen).


Walaupun reshuffle sebagai hak preogratif presiden, sebut Hendri, namun patut diistilahkan bahwa keinginan masyarakat adalah presiden melakukan perombakan kabinet.

"Saya rasa presiden akan melakukan perombakan kabinet jilid II. Apalagi ada kaitannya dengan kasus-kasus yang melibatkan parpol pendukung dari segi korupsi," ujar Pakar komunikasi politik Universitas Paramadina itu.

Selain itu, Hendri menilai bergabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) ke pemerintahan menjadi alasan keperluan reshuffle. Hendri memprediksi PAN akan mendapatkan jatah dua kursi di kabinet.

"Dari tipikal PAN, dari kapasitasnya dan kapabilitasnya pengalaman waktu zaman SBY, nampaknya PAN mengincar menteri bidang ekonomi dan sosial. Saya rasa sih akan ke sana, industri atau kehutanan mungkin . Yang di sosial mungkin, pariwisata atau komunikasi," demikian Hendri.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya