Berita

iwan sumule?net

Politik

MEGA KORUPSI BLBI

Iwan Sumule: Pernyataan Luhut Panjaitan Aneh

MINGGU, 18 OKTOBER 2015 | 14:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan menyebut kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang merugikan negara triliunan rupiah tutup buku. Pernyataan itu menuai kritikan dari sejumlah kalangan lantaran dinilai aneh.

"Jelas-jelas KPK sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus megakorupsi BLBI dan beberapa saksi telah dimintai keterangan, kok Luhut Binsar bisa-bisanya bilang kasus BLBI tutup buku. Aneh!" kata Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (18/10).

Aktivis mahasiswa 1998 ini menduga, Luhut begitu percaya diri mengatakan kasus BLBI ditutup karena salah seorang anak buahnya di Kemenkopolhukam ikut menjadi petinggi di KPK.


"Apakah karena Heru Winarko (anak buah Luhut) sudah disisipkan menjadi deputi penindakan di KPK," kata Iwan Sumule lagi.

Dia mengingatkan bahwa kasus megakorupsi SKL BLBI  yang diduga melibatkan Megawati Soekarnoputri sangat nyata dan terang. Megawati bermasalah dalam kasus settlement obligor besar seperti Anthoni Salim, Sjamsul Nursalim, Prayogo Pangestu, Marinutu Sinivasan, dan Bob Hasan.

Para obligor dan sekaligus debitor besar BLBI sebagian besar settlementnya di masa Gus Dur, tapi kemudian Megawati sebagai presiden menerbitkan Surat Keterangan Lunas (SKL) tanpa surat pembebasan tuntutan di kemudian hari alias release and discharge. Dengan surat ini pemerintah menganggap lunas utang debitor dan obligor sekaligus membebaskan dari tuntutan pidana. Karena itulah Iwan Sumule berharap KPK segera menuntaskan kasus BLBI.

"Pemberian SKL dan release and discharge BLBI banyak mengandung kejanggalan. Ini pula yang menyebabkan KPK dikriminalisasi sampai disusupkan orang-orang mereka. KPK harus bangkit, tuntaskan kasus BLBLI agar dapat memberikan rasa keadilan kepada rakyat," tukasnya.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

Bakamla Kirim KN. Singa Laut-402 untuk Misi Kemanusiaan ke Siau

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:40

Intelektual Muda NU: Pelapor Pandji ke Polisi Khianati Tradisi Humor Gus Dur

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:22

Gilgamesh dan Global Antropogenik

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:59

Alat Berat Tiba di Aceh

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:45

Program Jatim Agro Sukses Sejahterakan Petani dan Peternak

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:22

Panglima TNI Terima Penganugerahan DSO dari Presiden Singapura

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:59

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Mengawal Titiek Soeharto

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:25

Intelektual Muda NU Pertanyakan Ke-NU-an Pelapor Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:59

Penampilan TNI di Pakistan Day Siap Perkuat Diplomasi Pertahanan

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:42

Selengkapnya