Berita

ilustrasi/net

Pertahanan

Program Bela Negara Tidak Relevan

RABU, 14 OKTOBER 2015 | 21:48 WIB | LAPORAN:

Program Bela Negara (PBN) yang digagas Kementerian Pertahanan tidak relevan diterapkan saat ini. Meski, UUD 45 pasal 30 ayat 1 dan 2 menyebut tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam pembelaan negara dan syarat-syarat tentang pembelaan diatur dalam undang-undang.

‎"Sudah tepatkah program ini untuk kondisi sekarang, jawabannya sangat tak relevan atau harus dikaji ulang dan ditolak," kata ‎pengamat politik Laode Ida saat dihubungi wartawan, Rabu (14/10).

‎Dia menjelaskan, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu tidak bisa menerapkan program yang direncanakan meluncur pada 19 Oktober 2015 secara otoriter. Dengan membuat pernyataan bahwa yang menolak ikut wajib bela negara silakan angkat kaki dari Indonesia.‎


"Program ini terkesan mengada-ada dengan tujuan yang tak jelas serta sebagai bentuk dari kebuntuan strategi pertahanan nasional," papar Laode.

‎Padahal, lanjutnya, yang perlu dilakukan pemerintah sebenarnya memperkuat basis ekonomi rakyat dengan mempersignifikan anggaran untuk pembangunan ekonomi kerakyatan. Jika rakyat sejahtera maka akan dengan sendirinya bangga menjadi warga negara dan secara otomatis membela bangsanya dari bentuk tantangan dan ancaman apapun.

‎"Warga pribumi bangsa ini sudah terbukti tampil sebagai pejuang bela negara, baik dalam merebut kemerdekaan maupun mempertahankannya dalam kondisi hidup miskin sekalipun," jelas Laode.

‎Kemudian, anggaran yang diperuntukkan bagi PBN akan jauh lebih efektif dengan menggelontorkan dana APBN membangun daerah tertinggal yang umumnya berada di kawasan timur Indonesia dan membantu warga miskin. Termasuk mereka yang kini terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat penurunan ekonomi nasional.

‎"Dalam kaitan ini, membiayai PBN dengan dana puluhan bahkan bisa ratusan triliun hanyalah sesuatu yang mudharat, miskin manfaat alias pemborosan uang negara dan berorientasi proyek saja," ungkapnya.

‎Selain itu, Menhan atau Presiden Joko Widodo (Jokowi) harusnya mengidentifikasi lebih dulu siapa yang perlu untuk ditanamkan kesadaran bela negaranya, yang sudah bisa dipastikan derajat nasionalismenya sangat rendah. Yakni, kalangan pendatang atau warga non pribumi termasuk pejabat dan politisi yang menggadaikan sumber daya alam (SDA) Indonesia. Di mana, warga pribumi hanya jadi penonton dengan kondisi terus hidup miskin.

‎"Para warga yang non nasionalis itulah yang barangkali harus dipaksa ikut PBN yang anggarannya pun bisa dimintakan langsung dari para pengusaha yang sudah menimbun harta dari atau di Indonesia, bukan dari APBN," tegas Laode.

‎Diketahui, Menhan Ryamizard Ryacudu merencanakan Program Bela Negara (PBN) bagi 100 juta Warga Negara Indonesia (WNI) di bawah usia 50 tahun dalam waktu 10 tahun, sebagai bukti kecintaan pada Tanah Air.

‎Bela negara nantinya juga akan masuk di kurikulum mulai Taman Kanak-kanak hingga perguruan tinggi. [sam]‎

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya