Berita

KASUS PENGANIAYAAN

Polisi Akan Periksa Anggota DPR Mustofa Assegaf

RABU, 14 OKTOBER 2015 | 20:54 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Penyidik Polda Metro Jaya akan memeriksa anggota DPR dari Fraksi PPP Mustofa Assegaf dalam kasus dugaan penganiayaan. Mustofa sebelumnya dilaporkan ke polisi oleh anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Mulyadi.

"Saat ini proses kasus yang dilaporkan Pak Mulyadi tengah berjalan. Secepatnya kita akan memanggil pihak terlapor yakni, Pak Mustofa Assegaf. Untuk saksi-saksi sudah kita lakukan," kata Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Krisna Mukti, Rabu (14/10).

Perkembangan lain dalam kasus tersebut, sambung Krisna, pihak kepolisian polisi telah mengirim surat MKD, DPR RI dan Sekjen DPR RI terkait pemangilan terlapor. Disamping itu pula Polda Metro Jaya juga telah mengirimkan surat ke Bareskrim Mabes Polri meminta ijin menangani kasus pelaporan yang menyangkut para wakil rakyat di Senayan.

" Karena itu sudah menjadi SOP (Standar Operasional Prosedur, red) internal polisi. Soal keputusan nanti yang sudah diambil MKD tidak ada hubungannya dengan ranah pidana, karena MKD itu hanya terkait kode etiknya saja," urainya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Mulyadi mengatakan, kasus pemukulan terhadap anggota DPR yang dilakukan oleh anggota DPR harus cepat diselesaikan. Sehingga, politisi asal Sumatera Barat ini mendesak pihak kepolisian berkerja secara profesional dan serta melimpahkan kasusnya ke pengadilan.

Menurutnya kasus tersebut sudah terlalu lama tidak P21. Sehingga berdampak dan menimbulkan kecurigaan dari masyarakat.

"Polisi harus segera menuntaskan. Apabila ditunda-tunda dampaknya sangat buruk bagi citra polisi," singkatnya.

Disamping itu Mulyadi juga membantah pernyataan salah satu anggota MKD bahwa antara dirinya dan Mustofa berkelahi. Menurutnya Mulyadi dirinya merasa dipukul oleh sesama rekannya di Komisi VII.

"Saat itu juga saya langsung melakukan visum dan melaporkan ke polisi. Jadi silahkan MKD melakukan rekonstruksi, mau diulang lagi boleh. Asalkan MKD jangan bermain," tegas Mulyadi.

"Saya harap MKD integritasnya bisa kita percaya, jangan berandai-andai yang tidak-tidak sebelum mengambil keputusan," sambungnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya