Berita

adhie massardi/net

Politik

Rawan KKN, PGN Sulit Realisasikan Gagasan Rizal Ramli

SELASA, 13 OKTOBER 2015 | 12:13 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pipanisasi gas yang digagas Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli memang akan sangat menguntungkan masyarakat (konsumen). Tapi ide ini sulit terwujud karena PT Perusahaan Gas Negara (PGN), BUMN yang diandalkan jadi pelaksana program tersebut masih diselimuti isu korupsi.
 
Hal ini disampaikan Adhie M Massardi, koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) kepada Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta (13/10).
 
Adhie yang juga anggota senior Indonesia Resources Studies (Iress) ini menenggarai, pejabat penting di PGN yang nantinya bakal ditugasi untuk menjalankan pipanisasi tersebut, terlibat berbagai kasus korupsi.
 

 
"Perlu pembersihan dulu di tubuh PGN sebelum program pipanisasi dijalankan," katanya.
 
Adhie mendapat laporan dari internal PGN adanya dugaan KKN yang melibatkan HPS, Dirut PGN, yang diduga memberikan margin tambahan senilai USD 1-2 per MMBTU kepada perusahaan swasta di Jawa Timur yang menjual gas alokasi Pemda ke PGN. Akibatnya, pelanggan harus menangggung beban mahalnya harga gas. Diperkirakan, kerugian negara mencapai 3 juta dolar AS (sekitar Rp 40 miliar).
 
"Bisa dipastikan, uang bancakan itu disetorkan kepada para petinggi negara dan politisi di Jakarta," ujar Adhie.
 
Kasus lain yang menjadi perhatian Adhie adalah dugaan pembelian gas oleh PGN melalui para calo. Lokasinya masih di Jatim, sekitar tahun 2013-2014. PGN diduga membali gas sebanyak 75 BBTUD melalui makelar yang terkait elit politik. Padahal, akan lebih murah jika PGN langsung membeli ke Pertamina.
 
"Akibat praktik ini, pada tahun 2013-2014, PGN mengalami kerugian 50 juta dolar AS (sekitar Rp 800 miliar). Sedangkan keuntungan para makelar trader mencapai 80 juta dolar AS," katanya.
 
Dugaan praktik KKN juga ada dalam proyekFloating Storage Regasification Unit (FSRU) di  Lampung. Nilai investasi proyek FSRU PGN sudah di-mark up hingga 200% dan mencapai USD 250 juta. Kini, FSRU itu mangkrak. Konyolnya, PGN malah harus keluar uang untuk penyewaan tug boat senilai USD 300 ribu per hari. Ini jelas proyek akal-akalan.
 
Makanya, jubir Presiden era Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) ini berharap, penegak hukum (KPK dan Kejaksaan) segera berlomba mengusut kasus KKN di PGN. Apalagi, diduga masih ada sejumlah kasus lain di BUMN tersebut, seperti gratifikasi mobil mewah dan pembangunan rumah pribadi pimpinannya.
 
Menurut Adhie, pembersihan PGN mutlak diperlukan untuk menjamin upaya Menko Rizal Ramli yang ingin mengoptimalkan manfaat gas alam untuk kemakmuran rakyat bisa terwujud.
 
Sebelumnya, Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli menyatakan niat membangun jaringan pipa gas ke masyarakat, karena Indonesia punya cadangan gas bumi yang cukup hingga 70 tahun lebih. Menko Rizal juga meminta pengembangan pembangunan kilang LNG Blok Masela menggunakan fasilitas pipanisasi, bukan menggunakan teknologifloating unit yang hanya akan merugikan bangsa Indonesia. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Kemenhut Sebut Kejagung Hanya Mencocokkan Data, Bukan Penggeledahan

Kamis, 08 Januari 2026 | 00:04

Strategi Maritim Mutlak Diperlukan Hadapi Ketidakpastian di 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:49

Komplotan Curanmor Nekat Tembak Warga Usai Dipergoki

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:30

Pemuda Katolik Ajak Umat Bangun Kebaikan untuk Dunia dan Indonesia

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:01

PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD karena Tak Mau Tinggalkan Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 22:39

Penjelasan Wakil Ketua DPRD MQ Iswara Soal Tunda Bayar Infrastruktur Pemprov Jabar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:56

Kejagung Geledah Kantor Kemenhut terkait Kasus yang Di-SP3 KPK

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:39

84 Persen Gen Z Tolak Pilkada Lewat DPRD

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:33

Draf Perpres TNI Atasi Terorisme Perlu Dikaji Ulang

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:09

Harta Anggota KPU DKI Astri Megatari Tembus Rp7,9 Miliar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:07

Selengkapnya