Berita

foto:net

Olahraga

KONI harus Patuhi Putusan CAS

SABTU, 10 OKTOBER 2015 | 06:43 WIB | LAPORAN:

Equestrian Federation of Indonesia (EFI) yang selama ini dilindungi oleh Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Organisasi yang dipimpin Irvan Gading tersebut seharusnya dapat menjalankan fungsinya membina olahraga equestrian di Indonesia.

EFI sejak dibentuk, hingga kini, tidak memiliki pengurus provinsi. EFI tidak bisa memenuhi salah satu syarat sebagai anggota KOI karena tidak memiliki minimal 10 pengurus provinsi. Hal ini membuat EFI tidak bisa menjalankan berbagai agenda atau even skala nasional.

"Anggota EFI selama ini cuma empat klub di Indonesia. Sementara kami, Pordasi, memiliki lebih dari 40 klub di Indonesia yang aktif dan tersebar di lebih dari sepuluh provinsi," ungkap Ketua Umum PP Pordasi, Eddy Saddak kepada Kantor Berita RMOL, Jumat (9/10) malam.


Menurut Eddy Saddak, KOI sendiri hingga saat ini tidak bisa menerima EFI sebagai anggotanya karena tidak memenuhi persyaratan keanggotan KOI. Sebaliknya KONI, dinilai secara ganjil telah menerima EFI sebagai anggotanya pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2013.

"Namun sekarang KONI juga mengakui bahwa EFI adalah organisasi yang tidak bisa berfungsi, termasuk tidak pernah melakukan rapat kerja nasional (Rakernas) maupun Munas (musyawarah nasional)," jelas Eddy Saddak.

Sayang, kenyataan itu tak membuat KONI mengembalikan pembinaan olahraga equestrian ke Pordasi. Justru sebaliknya, KONI  malah menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan pembinaan cabang olahraga equestrian di daerah-daerah untuk dikoordinasikan oleh KONI provinsi kepada klub profesional equestrian.

Kini setelah keluar putusan dari Court Arbitration of Sports (CAS) tentang hak Pordasi untuk mengelola olahraga equestrian di Indonesia, termasuk kewajiban finansial yang diakibatkan dari perkara ini, harus dipatuhi oleh semua stakeholder olahraga berkuda di Indonesia.[wid]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya