Berita

sya'roni/net

Politik

Polemik Harga BBM Bukti Manajemen Pemerintahan Jokowi Amburadul

MINGGU, 04 OKTOBER 2015 | 15:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

  Munculnya polemik harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menunjukkan manajemen pemerintahan Presiden Joko Widodo berjalan kurang baik.

Bagaimana tidak, Presiden Jokowi memerintahkan jajarannya untuk mengkaji ulang kemungkinan penurunan harga BBM sementara sehari sebelum perintah itu dikeluarkan Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan tidak akan ada penurunan hingga akhir tahun 2015 nanti.

"Melihat pernyataan Presiden dan Menteri BUMN yang begitu dekatnya, tidak berlebihan bila dikatakan manajemen pemerintah dalam pengelolaan BBM sangat amburadul," kata Sekretaris Jenderal Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika), Sya'roni, dalam keterangannya (Minggu, 4/10).


Seperti diketahui, pada Rabu 30 September 2015 Menteri Sudirman Said mengumumkan bahwa harga BBM periode Oktober-Desember 2015 tetap sama seperti sebelumnya, alias tidak ada penurunan. Lebih lanjut, ia juga menetapkan periodisasi evaluasi harga BBM dilakukan tiap tiga bulan sekali.

Namun esoknya, tepatnya Kamis 1 Oktober 2015, Presiden Jokowi meminta kepada Menteri ESDM dan Pertamina untuk mengkaji kemungkinan adanya penurunan harga BBM. Presiden Jokowi berencana memasukkan penurunan BBM sebagai salah satu paket ekonomi Jilid III.

Menurut Sya'roni, beda pernyataan antara Presiden Jokowi dan Menteri Sudirman menimbulkan pertanyaan; apakah sebelumnya Menteri Sudirman tidak melapor ke Presiden? Ataukah, Presiden Jokowi sengaja ingin memanfaatkan momentum untuk meraih simpati rakyat?

"Kontradiksi ini menimbulkan kebingungan di masyarakat. Seakan tidak ada koordinasi antara presiden dengan menterinya. Kuat sekali kesan bahwa Menteri ESDM tidak melapor kepada Presiden. Dan Presiden seolah-olah baru tahu setelah adanya pengumuman sehari sebelumnya," papar Sya'roni.

Selain itu, kata Sya'roni, sikap presiden Jokowi juga patut dipertanyakan. Selama berbulan-bulan presiden telah membiarkan para menterinya mengumumkan harga BBM. Publik menduga pengumuman menteri sudah sepengatahuan presiden, dan selama itu juga presiden diam saja meskipun harga minyak dunia terus menurun. Presiden tak bergeming meskipun keberatan rakyat terus meluas.

Untuk menghentikan polemik yang berkembang, Sya'roni menyarankan hendaknya pengelolaan BBM dikembalikan kepada konstitusi. Yakni dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, bukan untuk menguntungkan korporasi atau untuk pencitraan.

"Kedepan, presiden dan para menterinya harus memperkuat koordinasi agar tidak menimbulkan kegaduhan," saran Sya'roni lagi.[dem]

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Pembangunan Gerai KDKMP di Tubaba Terkendala Masalah Lahan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:59

KDKMP Butuh Ekosistem Pasar Hingga Pendampingan Berkelanjutan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:43

Ziarah ke Makam Ainun Habibie

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:23

Ketidaktegasan Prabowo terhadap Jokowi dan Luhut jadi Sumber Kritik

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:59

Implementasi KDKMP Masih Didominasi Administrasi dan Kepatuhan Fiskal

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:42

Aktivis Senior: Program MBG Simbol Utama Kebijakan Pro-Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:20

Kontroversi Bahlil: Anak Emas Dua Rezim

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:53

Rosan Ungkap Pembangunan Kampung Haji Baru Dimulai Kuartal Empat 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:41

Tim Gabungan Berjibaku Cari Nelayan Hilang Usai Antar ABK

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:24

Pemerintah Harus Antisipasi Ketidakstabilan Iklim Ekonomi Global

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:02

Selengkapnya