Berita

risal ramli/net

Rizal Ramli: Kredit Ekspor Diperlukan untuk Perkuat Daya Saing Indonesia

SABTU, 03 OKTOBER 2015 | 22:02 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Menurut hemat Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli nilai tukar rupiah yang lemah juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing produk-produk nasional.

Rizal Ramli mencontohkan dua negara Asia Timur, Jepang dan Republik Rakyat China, yang sengaja membuat mata uang mereka lemah terhadap mata uang dolar AS dan mata uang lain yang mendominasi perekonomian global. Maksud dari strategi ini adalah untuk mendorong kebangkitan industri dalam negeri.

Namun sebutnya dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu, nilai tukar rupiah yang melemah tidak serta merta bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing produk nasional baik di dalam negeri maupun di pasar internasional.


"Ada satu komponen lain yang dibutuhkan, yakni kredit ekspor untuk perusahaan-perusahaan nasional," ujar Rizal Ramli.

Pernyataan bahwa nilai tukar rupiah yang lemah bisa dimanfaatkan untuk mendorong ekspor telah beberapa kali disampaikan Rizal Ramli, termasuk sebelum dirinya diajak Presiden Joko Widodo memperkuat Kabinet Kerja bulan Agustus lalu. Terakhir hal itu disampaikannya saat membuka pameran batik di "Pasar Raya Tribute to Batik Indonesia" di Blok M, Jakarta Selatan, Sabtu siang (3/10).

Usai berbicara di Blok M, Rizal menambahkan bahwa fasilitas kredit ekspor juga perlu diberikan agar produk dan perusahaan nasional benar-benar bisa bersaing di dalam negeri maupun di pasar internasional.

"Kalau disebut hanya butuh nilai tukar rupiah yang lemah (untuk meningkatkan daya saing), nanti saya dikira malah nyukurin pelemahan nilai tukar rupiah," demikian Rizal Ramli dengan sedikit bercanda. [dem]

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

UPDATE

Kontrak Rp25 Triliun PAM Jaya–Moya Disorot, Air Bersih Warga Miskin Masih Mandek

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:56

Purbaya Restui DJP Tambah Jabatan Baru hingga Akhir 2026

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:41

Protes Dedi Mulyadi, 10 Ribu Buruh Jabar akan Datangi Istana

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:30

Kritik di Tembok Kekuasaan

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:30

Dana Haji Khusus Tertahan, DPR Warning Jangan Merugikan Jamaah

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:07

KPK Bidik Riza Chalid di Kasus Suap Katalis

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:59

Sidang Ijazah Jokowi Ditunda Lagi, Bukti Penggugat Belum Valid

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:53

Presiden Minta Media Keluar Ruangan, Lanjutan Taklimat Digelar Tertutup

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:27

Mahasiswa Indonesia Bentangkan Spanduk "Save Venezuela"

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:26

Lurah Batu Ampar Kecewa Lahan Dispora Diserobot Pengembang

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:20

Selengkapnya