Berita

Wamenlu Fachir Dukung Kiprah Pemuda Muhammadiyah di Pentas Global

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2015 | 21:47 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Wakil Menteri Luar Negeri, AM Fachir, mendukung kiprah Pemuda Muhammadiyah di pentas internasional. Karena salah satu tugas dan fungsi Kemenlu adalah menyukseskan setiap misi warga negara di Indonesia ketika berada di negeri orang.

"Kami dan perwakilan di luar negeri juga punya misi yang sama. Karena kewajiban kami (menyukseskan) agar misi (WNI di luar negeri) berhasil," jelas Fachir saat menerima Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak di kantornya, Jakarta (Jumat, 18/9).

Dia menyampaikan itu setelah mendengar penjelasan bahwa sejumlah kader Pemuda Muhammadiyah aktif terlibat interfaith dialogue di pentang global. Terlebih Dahnil saat ini juga menjabat Presiden Religion for Peace Asia and Pacific Youth Interfaith Network.


Apalagi, sambung Fachir, Indonesia negara paling aktif mengkampanyekan dialog antaragama. Hal itu dilakukan untuk mengubah persepsi Barat tentang Islam. "Kita tunjukkan Islam, demokrasi dan modernitas bisa tampil. Saat bersamaan, kita juga tampilkan local wisdom kita," ucapnya.

Selain itu mantan Dubes Mesir dan Arab Saudi juga mendukung program berjamaah anti korupsi yang digawangi Pemuda Muhammadiyah.  "Saya sependapat dengan langkah atau kampanye untuk memberikan pendidikan dari sekolah terendah sampai ke perguruan tinggi bahkan sampai terjun ke masyarakat," tandasnya.

Turut hadir bersama Dahnil sejumlah pengurus Pemuda Muhammadiyah lainnya, antara lain Muhammad Fakhrudin (Ketua bidang Luar Negeri) dan Sedek Bahta (Sekretaris bidang Luar Negeri). Sementara Fachir didampingi Direktur Diplomasi Publik Kemenlu, Al Busyra Basnur.

Dalam kesempatan tersebut, Fakhruddin menjelaskan pihaknya berusaha meningkatkan dan memperluas jangkauan dakwah, tidak hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri. Sementara untuk dalam negeri, salah satu program utama Pemuda Muhammadiyah adalah kampanye antikorupsi.

"Kampanye antikorupsi bagi Pemuda Muhammadiyah bukan sekedar wacana. Pemuda Muhammadiyah sudah membentuk Madrasah Antikorupsi. Sekarang angkatan pertama sudah berjalan di Banten, Bangka Belitong, dan Surabaya," tandasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya