Berita

Floyd Mayweather Jr

Olahraga

The Money Kembali 'Bersih'

Dibela Agen Anti Doping AS
SABTU, 12 SEPTEMBER 2015 | 09:54 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Floyd Mayweather Jr menda­pat pembelaan dari The United States Anti-Doping Agency (USADA) terkait tudingan penggunaan doping saat me­menangi duel melawan Manny Pacquiao, 2 Mei lalu.

Agen Antidoping Amerika Serikat itu menegaskan, tudin­gan yang berasal dalam artikel yang dimuat SB Nations itu sama sekali tidak akurat dan keliru. "Aneh juga bila kami pernah mengompromikan in­tegritas kami untuk suatu ca­bang olahraga atau atlet," kata USADA.

Sedangkan Mayweather Jr menegaskan, tidak mungkin melanggar aturan yang ditaati dan dikampanyekannya. "Saya selalu mengikuti aturan Nevada dan USADA, standar emas tes obat-obatan. Ingat,sayalah yang enam tahun lalu mene­kankan peningkatan level tes obat-obatan pada semua per­tarungan saya," katanya.


Untuk laga pamungkas The Money melawan Andre Berto, 12 September nanti USADA memastikan petinju yang ju­ga dijuluki Raja 'pound-for-pound' itu sudah mengajukan dan dijamin akan mendap­atkan infus Therapeutic Use Exemption berkoordinasi dengan aturan yang ditetap­kan Komisi Atletik Nevada (NSAC).

Untuk diketahui, tudin­gan penggunaan doping oleh Mayweather itu setelah agen USADA datang ke rumah sang petinju di Las Vegas secara diam-diam sehari sebelum hari pertarungan.

Duel akhir pekan ini melawan Andre Berto akan menjadi pe­nampilan terakhir Mayweather Jr di atas ring tinju. Setelah itu The Money akan pensiun.

Namun keputusan itu tidak murni datang dari pribadi The Money sendiri. Evander Holyfield disebut-sebut seba­gai orang di balik itu semua.

Mantan petinju kelas berat ini mengatakan kepada Raja 'pound-for-pound'-julukan lain Mayweather Jr, bahwa bila memenangkan pertarungan melawan Berto dan memu­tuskan pensiun, selain akan menyamai rekor tak terka­lahkan Rocky Marciano (49 kali), dia juga akan menjadi petinju terkaya dalam sejarah olahraga ini.

"Saya tidak pernah berpikir bahwa kelas welter atau me­nengah bisa membuat lebih banyak uang daripada kelas berat. Tapi ini adalah fakta yang terjadi," kata Holyfield dikutip Reuters. ***

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Purbaya Soal THR Swasta Kena Pajak: Protes ke Bos Jangan ke Pemerintah

Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:35

Immoderma Clinic Hadirkan Remee Pro, Teknologi Baru Injector Skinbooster

Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:28

Keterlibatan di BoP, Indonesia Jangan Terjebak Langgam Donald Trump

Sabtu, 07 Maret 2026 | 16:54

Ketika Risiko Bisnis Dipidanakan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 16:19

Digelar di Palu, Muswil DPW PPP Sulteng Lancar dan Sesuai Konstitusi

Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:35

Komisi I DPR: Pemerintah Harus Konsisten Jalankan Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:13

Maskapai Saudia Mulai Buka Penerbangan Tujuan Dubai

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:59

Perempuan Bangsa Soroti Keselamatan Anak dan Lansia Saat Mudik

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:44

Purbaya Sudah Cairkan THR Pensiunan Rp11,4 Triliun, ASN Pusat Baru Rp3 Triliun

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:26

Pendapatan PGAS Naik Jadi 3,98 Miliar Dolar AS di 2025

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:07

Selengkapnya