Berita

rizal ramli/net

Antek Pengusaha Hitam Pasti Benci Rizal Ramli

KAMIS, 10 SEPTEMBER 2015 | 12:36 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ada tifa faktor yang membuat investor tak mau berinvestasi di Indonesia.

Pertama, karena penegakan hukum tidak jalan. Kedua, karena kebijakan di Indonesia sering berubah karena para pengambil kebijakan ditekan oleh elit politik dan elit pengusaha. Ketiga, aturan main di setiap sektor serba tidak jelas, karena kuatnya para mafia dalam menyabot dan melumpuhkan setiap kebijakan di sektor riil.

Demikian disampaikan Ketua Komite Nasional Relawan Indonesia, S. Indro Tjahjono, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Kamis, 10/9).


Indro pun menegaskan bahwa pernyataan Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Jusuf Kalla, Sofjan Wanandi, yang menyebutkan bahwa kegaduhan politik bisa menyebabkan investor tak mau berinvestasi merpakan pola pikir yang keliru alias sesat pikir.  Apalagi bila kegaduhan itu ditujukan kepada Menteri Rizal Ramli terkait dengan proyek pembankit listrik 35 ribu megawatt.

Justru, lanjut Indro, dengan kehadiran Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli, sebagaimana juga kehadiran Menteri Susi Pudjiastuti dan Budi Waseso, memberi harapan besar bagi investor, termasuk pengusaha bersih atau putih yang mau menggiatkan usahanya. Gebrakan orang-orang ini juga juga sangat diharapkan masyarakat.

"Kalau ada yang benci mereka, maka kelompok yang membenci mereka itu berasal dari pengusaha hitam. Pengusaha hitam ini, memang sudah terbiasa melakukan bisnis di ruang hampa tanpa peraturan perundangan. Para pengusaha hitam tersebut sekarang mencak-mencak, kita harus tanyakan pada mereka. Maunya apa? Mereka harus mengerti agenda perubahan yang diusung oleh Jokowi yang pro-rakyat," kata Indro.

Kelompok pengusaha hitam ini, tegas Indro, seharusnya memahami tekad Presiden Joko Widodo untuk membangun pemerintah bersih yang terdiri dari partisipasi, transparansi dan akuntabilitas publik.

"Kalau para mafia tersebut masih bekerja sembunyi-sembunyi, tidak mau bertanggungjawab apalagi melawan hukum, jangan marah-marah dong kalau digeledah ruang kerjanya," ujar Indro, sambil mengatakan gebrakan Susi Pujiastuti, Rizal Ramli dan Budi Waseso itu sudah sesuai dengan visi dan misi presiden.

"Kalau mereka (pengusaha) itu tidak salah, tertib bayar pajak, tidak terlibat pencucian uang, tidak korupsi, tidak terlibat kongkalikong dan tidak melakukan penyelundupan, seharusnya tidak kalap dan mencak-mencak. Hal itu akan semakin menunjukkan kekerdilan mereka, semata-mata karena tidak siap melakukan bisnis sesuai dengan aturan hukum," demikian Indro. [ysa]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:47

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:24

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:23

Rezim Hubungan Industrial Maritim Indonesia Belum Terintegrasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14

KPK Kuliti Ahmad Dedi Usut Dugaan Pengaturan Jalur Merah-Hijau Impor Blueray

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51

Iran Waspadai Pakta Pertahanan Mekkah Bentukan Turki, Saudi, dan Pakistan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29

Kejari Tanjung Perak Bantah Isu Pemerasan 6 Eks Pejabat Pelindo dan APBS

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:36

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08

Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Dibentuk Bukan untuk Hadapi Iran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:53

Usai Putusan MK, Siaga 98 Dorong Penataan BGN Lewat Perpres Baru

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:36

Selengkapnya