Berita

Olahraga

Nasib Sepakbola Tanah Air Tak Jelas, Pemain Berbondong-bondong Daftar TNI

SELASA, 08 SEPTEMBER 2015 | 15:37 WIB

Belum jelasnya masa depan dunia sepakbola di tanah air, membuat beberapa pemain Timnas U-19 dan U-23 memutuskan untuk menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Namun demikian, peluang mereka untuk berkarier di sepakbola tetap terbuka.

Pasalnya, menjadi pemain sepakbola dari TNI bukan menjadi hal baru di Indonesia. Sejak dulu, sudah banyak pemain maupun pelatih menjalani dua profesi itu secara beriringan. Kini langkah itu coba dilanjutkan oleh eks penggawa Timnas U-23.

"Yang pemain bola ada 17, tapi yang dari Timnas U-23 ada tujuh yaitu, Abduh (M Abduh Lestaluhu), Teguh (Amirudin), Wawan (Febriyanto), Dimas Drajad, Manahati (Lestussen), (Ahmad) Nufiandani, dan saya," kata mantan penjaga gawang Timnas U-19 dan U-23, Ravi Murdianto.


Mereka telah dinyatakan lolos ke tes Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dalam waktu dekat ini, ketujuh pemain tersebut akan melakukan pendidikan militer yang akan dimulai 17 September mendatang.

Banyaknya para persepakbola muda ini masuk TNI karena dampak tak jelasnya sepakbola di Indonesia ini. Mereka harus menepi dulu dari lapangan hijau selama lima bulan. Itu karena dia harus mengikuti karantina TNI di Siliwangi, Bandung.

Meski menjadi penggawa TNI dirinya mendapatkan garansi bisa bermain bola. Di sini diperbolehkan menjalani profesi secara beriringan yang terpenting ada izin dari kesatuannya.

Ketujuh pemain ini akan dituntut lebih disiplin karena patut diketahui saat melakukan pendidikan militer pastinya mereka akan digembleng. Salah satu kebiasaan yang akan dilakoninya adalah bangun pagi buta.

"Bangun jam 4 sebelum subuh, abis itu langsung disuruh baris lari-lari. Biasanya kan bangun pagi nggak langsung siap, baris," pemain timnas U-23 lainnya, Teguh Amiruddin seperti dilaporkan RMOLJakart.Com (Grup RMOL).

Sementara itu mantan kapten Timnas U-23, Manahati Lestusen menuturkan, memang ada disiplin yang tinggi dalam masa karantina. Secara latihan fisik, Manahati mengaku tak terlalu kaget karena di sepak bola dia sudah terbiasa digembleng fisik.

"Ini bagian dari proses pendidikan. Sama seperti sepakbola ada latihan dari awal, TNI juga begitu. Ini masih awal, diikuti dan dinikmati saja," tegasnya.

Sayangnya satu pemain memilih mundur, pemain itu adalah Adam Alis dikarenakan ada tawaran dari klub luar negeri. Ia memilih mundur sebelum tes terakhir berlangsung di Pusdikkes (Pusat Pendidikan dan Kesehatan) TNI AD, di Kramat Jati, Jakarta Timur akhir pekan lalu.

"Bagi saya sepakbola mungkin rezeki utama saya, tetapi sampai saat ini proses nego masih berlangsung, saya belum bisa kasih keterangan lebih," tutur gelandang yang sempat menjadi bagian Martapura FC tersebut.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya