Berita

AKHMAD SUHAIMI/NET

Dukung Menteri Rizal Ramli, IBC Desak Polisi dan Kejagung Bongkar Mafia Token

SELASA, 08 SEPTEMBER 2015 | 10:11 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Rencana dan keinginan Menteri Koordiantor Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli membongkar mafia token listrik mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak kalangan, apalagi token listrik rata rata dipakai oleh masyarakat kelas bawah. salah satu dukungan disampaikan Indoensia Budget Control (IBC)

"Konsumen listrik sejatinya tertipu dan dirugikan dengan pola token mirip pulsa ini. Misal ketika konsumen beli token harga Rp 100.000 hanya mendapatkan 73.000 nominal tertera. Artinya ada selisih Rp 27.000 yang di dapat provider dari tiap transaksi," kata Direktur IBC, Akhmad Suhaimi, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Selasa, 8/9).

"Selisih harga tidak hanya pada nominal Rp 100.000 tetapi juga dari nominal terendahRp 20.000 dan Rp 50.000," sambungnya.


Menurut Suhaimi, Perusahaan Listrik Negara mestinya menjadi perusahaan negara yang membantu rakyat, bukan justeru mengambil untung yang mencekik ekomomi rakyat. Karena itu, IBC juga mendesak PLN membuka secara fair keuntungan penjualan token, dan juga membuka siapa saja di balik operator token listrik.

Selain itu, IBC juga meminta aparat hukum, polisi dan kejaksaan, serta juga BPK agar mengaudit dengan tujuan tertentu atas dugaan kongkalikong mafia token. Meneg BUMN harus juga turun tangan dengan memberi deadline pada Dirut PLN sebagai perusahaan BUMN, untuk merevisi regulasi penjualan token agar tidak selalu merugikan rakyat kecil.

"Provider token listrik PLN telah nyata-nyata memeras uang rakyat dengan berbagai regulasi yang mereka buat," demikian Suhaimi. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya