Berita

jusuf kalla/net

Benarkah Posisi JK Semakin Kuat dengan Pencopotan Budi Waseso

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2015 | 04:27 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Budi Waseso, akhirnya digantikan Komjen Anang Iskandar.

Dalam dua hari terakhir ini, kabar pencopotan Buwas sebagai Kabareskrim menjadi sorotan publik. Buwas dicopot terkait tindakannya membongkar kasus dwelling time dan korupsi di Pelabuhan. Disebutkan, ada tokoh kakap yang tak ingin usaha gelapnya di pelabuhan terbongkar dengan tindakan Buwas.  

Ada analisa, pencopotan Buwas ini, paling tidak mengindikasikan dua kemungkinan.


Kemungkinan pertama, Presiden Joko Widodo memang lemah terhadap tekanan dari kiri dan kanan, yang meminta agar penyidikan kasus-kasus itu dihentikan.

Kemungkinan kedua, bisa jadi ada elemen pemerintahan yang memang diduga "terlibat" dalam kasus-kasus yang ditangani Buwas.

Analisa ini kemudian diperkuat dengan pernyataan beberapa elit di kekuasaan. Dengan demikian, patut diduga, pihak-pihak yang menginginkan pencopotan Budi Waseso sebagaimana disampaikan elit karena terganggu atas langkah pemberantasan korupsi.‎

Pada akhirnya pencopotan Buwas dari Kabareskrim ini dinilai membahayakan langkah penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi, dan juga mengancam tata kelola pemerintahan yang bersih dan baik.

Dalam konteks peta politik dan peta kekuataan, ada yang menilai bahwa pencopotan Buwas ini semakin mengindikasikan bahwa Jokowi lemah. Jokowi rapuh ketika harus berhadapan dengan Jusuf Kalla, yang kabarnya mengingingkan pergantian Buwas karena mau menempatkan orang dekatnya di posisi Kabareskrim. Dikabarkan juga bahwa orang dekat JK di internal polisi tersebut ikut memberi jasa dengan berhasil memasangkan JK sebagai wapres-nya Jokowi.

Dalam konteks ini juga dipahami bahwa ke depan, posisi JK akan semakin kuat.

Tentu saja, pada akhirnya, waktu yang akan membuktikan analisa, prediksi maupun dugaan ini. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya