Berita

tb hasanuddin/net

TB Hasanuddin: Pencopotan Budi Waseso Bisa Bikin Wibawa Pemerintah Anjlok!

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2015 | 00:20 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kabar tentang isu pencopotan Budi Waseso sebagai Kabareskrim Mabes Polri telah menggema kemana-mana, dan bahkan menimbulkan pro dan kontra.

Kelompok yang setuju pencopotan Budi Waseso adalah mereka yang  saat itu menentang Budi Waseso memerintahkan penyidikan terhadap pimpinan Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK). Sementara kelompok yang tak setuju atau menolak pencopotan Budi Waseso adalah mereka yang menganggap Budi Waseso berani membongkar kasus Pelindo II, penimbun sapi dan lain-lain .

"Tapi mayoritas sesungguhnya tidak setuju Buwas dicopot," analisa anggota Komisi I dari Fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin, sebagaimana disampaikan kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Kamis, 3/9).


Dalam persfektif hukum, menurut TB Hasanuddin, bila penyidik melakukan kesalahan maka bisa saja diselesaikan lewat jalur hukum seperti PTUN, praperadilan dan lain-lain. Dan ketika pemerintah menghentikan penyidikan dengan mencopot Budi Waseso maka sesungguhnya pemerintah dapat dikatagorikan telag melakukan intervensi terhadap penyidik.

Menurut TB Hasanuddin, dua hal dapat terjadi dengan dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, pemerintahan memang lemah terhadap tekanan dari kiri dan kanan, yang meminta agar penyidikan kasus-kasus itu dihentikan. Kemungkinan kedua, bisa jadi pemerintah memang "terlibat" dalam kasus-kasus tersebut dan berharap kasus ini dihentikan dengan cara mencopot Buwas.

"Bila benar-benar Buwas dicopot maka ini preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia yang memang sudah amburadul. Dan kewibawaan pemerintah pun bisa anjlok. Sangat disayangkan," demikian TB Hasanuddin. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya