Berita

ILUSTRASI/NET

DEMONSTRASI DI MALAYSIA

Puak Melayu di Malaysia Hadapi Masalah Politik yang Serius

RABU, 02 SEPTEMBER 2015 | 03:20 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Selain memberikan gambaran bahwa isu korupsi dan abuse of power di kalangan pejabat tinggi masih cukup kuat, apa yang terjadi di Malaysia saat ini juga menggambarkan bila secara politik, khususnya di kalangan orang-orang Melayu, sedang menghadapi masalah yang sangat serius.

Demikian disampaikan cendekiawan muslim pemerhati Malaysia yang juga Lektor Kepala Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Sudarnoto Abdul Hakim, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa malam (1/9).

"Puak Melayu secara politik tidaklah utuh bersatu bahkan sejak awal sejarahnya. Pada masa itu hingga penghujung tahun 1990-an partai puak Melayu ada dua yaitu UMNO dan PAS. Akan tetapi setelah tsunami ekonomi, muncul satu partai  Melayu yaitu Partai Keadilan yang dipimpin oleh istri Anwar Ibrahim," jelas Sudarnoto.


Menurut Sudarnoto, UMNO didukung oleh partai di Barisan Nasional (BN), yang saat ini harus berhadapan secara politik dengan dua partai orang Melayu yang tergabung dalam kekuatan oposisi, yaitu PAS dan Partai Keadilan, dan didukung oleh kekuatan lain lintas etnis dan agama. Politik berbasis etnis yang selama ini diterapkan ternyata tidak selalu memberi manfaat yang bisa dinikmati, khususnya oleh Puak Melayu.

Dalam situasi tertentu, sambung Sudarnoto, justru ini bisa memberikan advantages kepada Puak China misalnya yang populasinya kurang lebih mencapai 27 persen. Dan kebijakan politik seperti ini memang bisa dimengerti sebagai langkah untuk menghindari agar peristiwa bentrok berdarah antara kelompok etnis tidak terulang lagi.

"Ini memang traumatic tragedy dalam sejarah sosial, ekonomi dan politik di Malaysia. Ini semacam dark history-nya Malaysia dan pemerintah sejak era Mahathir hingga Najib sekarang ini menjaga-jaga agar tak terulang lagi," jelas Sudarnoto, yang juga Ketua Dewan Pakar Kornas Forum Keluarga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM).

Namun langkah ini juga, lanjut Sudarnoto, tidak berarti tidak mengandung resiko. Ada resiko atau ongkos politik yang harus ditanggung yang hari-hari ini nampak di panggung politik nasional Malaysia. Fenomena demonstrasi yang nampak didominasi oleh Puak China dan India memberikan petunjuk bahwa Melayu secara politik sedang menghadapi masalah serius.

"Ini bisa mengganggu konfidensi khususnya UMNO yang dalam waktu yang panjang berkuasa," kata Sudarnoto.

Sudarnoto melanjutkan bahwa pertentangan internal UMNO, paling tidak sejak dua pemilu sebelumnya, telah membuat UMNO mulai kehilangan konfidensi politiknya. Perolehan suara dua pemilu berturut-turut dan faktor Mahathir Mohammad juga telah ikut memperlemah UMNO dan membuka peluang bagi kekuatan oposisi yang saat ini melancarkan aksi bersama elemen masyarakat lainnya dengan target memakzulkan Najib.

"Posisi Najib semakin lemah apalagi tidak sedikit pejabat yang dipecat oleh Najib," demikian Sudarnoto. [ysa]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Realisasi Pendapatan Perparkiran di Jakarta Memble

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:21

Keluarga Sutrimo Tak Lagi Pasrah soal Penyebab Kematian Karumga Febrie

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:18

Rp4,1 Triliun BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II segera Cair

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:36

Penjarahan dan Keruntuhan Kota Roma, 410 M

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:16

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Pancasila Dasar Negara Kita

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:43

Rudy Tanoe Bantah Mangkir Panggilan KPK

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:16

Waspada Banjir Rob Rendam Kawasan Pesisir Jateng

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:00

Dibuka Sayembara Rp100 Juta untuk Ijazah SMA Gibran

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:28

Zikir Kebangsaan di Istiqlal

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:08

Selengkapnya