Berita

Geisz Chalifah: #LawanAhok Itu Gerakan untuk Menjaga Ahok...

RABU, 02 SEPTEMBER 2015 | 01:42 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

.Beberapa kalangan aktivis mencanangkan gerakan #LawanAhok. Mereka pun melancarkan demo dan berorasi di rumah Dinas Gurbernur. Di antara puluhan aktifis yang berdemo, turut juga Geisz Chalifah. Geisz bahkan ikut beorasi menyampaikan pendapatnya.

Kehadiran aktifis penggerak budaya melayu ini cukup mengejutkan bagi sebagian demonstran. Selama ini Geisz rajin memberi pendapat hak konstitusional Ahok sebagai Gurbernur yang banyak diprotes oleh berbagai ormas Islam. Geisz tampak tegar dgn pendapatnya dan meyakini naiknya Ahok menjadi Gurbernur tidak menyalahi Undang-Undang dan cenderung memberikan pembelaan secara konstitusi.

Inilah wawancara lengkap dengan Geisz Chalifah, salah satu tokoh gerakan #LawanAhok.


Apa yang melatarbelakangi Anda terlibat dalam gerakan #LawanAhok? Bukankah abang selama ini membela keberadaan Ahok sebagai Gurbernur DKI

Saya membela Ahok sebagai Gurbernur adalah menjaga hak siapapun warga negara Indonesia untuk menduduki jabatan publik, entah itu gurbenur, bupati, walikota ataupun presiden sekalipun, jadi bukan semata-mata membela Ahok.  Negara ini didirikan untuk menjamin hak setiap warga negara, bukan berdasarkan mayoritas ataupun minoritas. Dalam kerangka itu saya memberi pembelaan pada Ahok.
 
Adapun gerakan Lawan Ahok, adalah signal pada Ahok bahwa ada banyak orang yang tidak terpengaruh dan larut oleh idiom-idiom anti korupsi namun memiliki banyak masalah dalam kepemimpinan. Seorang pemimpin memiliki karakter mengayomi, melindungi, bersikap adil, bukan sekedar tegas apalagi memberi kesan sangar. Ahok seringkali menggunakan kosa kata kasar melanggar kepatutan, minimal Ahok telah memberikan perlawanan pada guru dan orang tua yang menanamkan budi pekeri atau akhlak di rumah maupun di sekolah. Ahok dengan jabatannya mencanangkan boleh mengatakan apapun asal tidak korup. Bukan itu yang karakter yang kita butuhkan di Jakarta ini. Kita bukan saja berharap kota ini menjadi teratur tapi masyarakatnya pun teratur.

Pernyataan-pernyataan Ahok membangkitkan jiwa premanisme. Yang akan cepat menular pada banyak orang terutama anak-anak muda bila tidak disikapi.

Apakah di balik gerakan #LawanAhok ini ada agenda lain berupa menurunkan Ahok dari jabatan Gurbernur atau sebuah langkah pengamanan bagi kandidat lain untuk maju menjadi Gurbernur DKI?

Saya menyukai pertanyaan seperti ini. Silakan diselidiki dalam berbagai pernyataan pendukung #LawanAhok adakah dari mereka yang mau menurunkan Ahok di tengah jalan? kami tidak menginginkan yang semacam itu. Karena akan menjadi preseden buruk bagi demokrasi. Gerakan ini adalah sebuah upaya untuk Ahok bekerja lebih baik, memiliki empati pada orang miskin. Tidak kasar dalam berkata-kata juga menjalankan dengan sebaik baiknya berbagai program pemerintah provinsi, yang saat ini resapannya rendah sekali, baru mencapai 18 persen.

Adapun soal politik dan lain-lain, saya pribadi tetap menjaga hak Ahok bila ingin tampil kembali untuk menjadi Gurbernur DKI, kami  juga tak punya kepentingan untuk menjagokan siapapun karena kami memang tidak memiliki agenda semacam itu. Silahkan saja bagi yang ingin bertarung memperebutkan kursi DKI 1 selama mengikuti prosedur demokrasi berdasarkan Undang-Undang yang telah disepakai bersama.

Jadi gerakan ini sepenuhnya hanya gerakan moral bukan gerakan politik dengan agenda tertentu?
 
Silahkan saja ditelusuri, kepada teman-teman lain yang berada di balik gerakan ini. Adakah yang punya agenda tertentu? rapat -rapat kami sangat terbuka, para tokohnyapun mudah ditelusuri rekam jejaknya. Gerakan ini hanya menjaga Ahok agar berada pada jalurnya. Bila dikaitkan dengan banyak hal wajar saja dan silahkan saja, Pengamat itukan kerjanya menganalisa dan seringkali hanya lewat referensi media.

Bagi pendukung Ahok tidak perlu ketakutan dan panik berlebihan, jalankan saja terus agenda kampanyenya. Tak perlu membully orang lain, karena semakin kasarnya dukungan akan semakin menurunkan simpati publik. Kekasaran teman-teman itu menyikapi gerakan ini di sosial media seperti twitter dan FB dan lain-lain hanya menjadi bahan lelucon bagi kami. [***]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya