Berita

ilustrasi/net

Masalahnya Demokrasi di Malaysia Belum Menggembirakan...

RABU, 02 SEPTEMBER 2015 | 00:20 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Apa yang terjadi di Malaysia saat ini memberikan gambaran bahwa isu korupsi dan abuse of power di kalangan pejabat tinggi masih cukup kuat.

Demikian disampaikan cendekiawan muslim pemerhati Malaysia yang juga Lektor Kepala Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Sudarnoto Abdul Hakim, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa malam (1/9).

"Ini tentu bukan yang pertama. Mahathir Mohammad pun saat menjadi Perdana Menteri juga pernah diterpa soal isu ini," ungkap Sudarnoto, yang juga Ketua Dewan Pakar Kornas Forum Keluarga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM).


Saat itu, lanjut Sudarnoto, isu tersebut dihembuskan oleh pendukung Anwar Ibrahim dan ini yang kemudian melahirkan konflik yang sangat keras antara Mahathir dan Anwar Ibrahim yang saat itu menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri. Anwar pun dipenjara, dan bahkan hari ini masih mendekam di balik jeruji.

"Informasi penyaluran dana yang sangat besar sekitar 700 juta dolar AS ke rekening pribadi PM Najib, ditambah dengan life style mewah istrinya menjadi problem serius karena tentu saja sangat mengusik ketenteraman masyarakat umum," jelas Sudarnoto.

Menurut Sudarnoto, demo besar di Malaysia yang mendesak agar Najib turun daru jabatannya, antara lain harus dibaca sebagai tubtutan publik agar diwujudkan pemerintahan yang bersih, bermuruah dan berorientasi kepada pelayanan yang maksimal demi kesejahteraan masyarakat. Hal ini misalnya terkait dengan soal transparansi keuangan, keadilan ekonomi, dan trust sebagai salah satu unsur penting membangun demokrasi.

"Masalahnya, demokrasi di Malaysia memang belum menggembirakan," demikian Sudarnoto. [ysa]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Realisasi Pendapatan Perparkiran di Jakarta Memble

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:21

Keluarga Sutrimo Tak Lagi Pasrah soal Penyebab Kematian Karumga Febrie

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:18

Rp4,1 Triliun BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II segera Cair

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:36

Penjarahan dan Keruntuhan Kota Roma, 410 M

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:16

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Pancasila Dasar Negara Kita

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:43

Rudy Tanoe Bantah Mangkir Panggilan KPK

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:16

Waspada Banjir Rob Rendam Kawasan Pesisir Jateng

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:00

Dibuka Sayembara Rp100 Juta untuk Ijazah SMA Gibran

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:28

Zikir Kebangsaan di Istiqlal

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:08

Selengkapnya