Berita

ilustrasi/net

Menteri dan Kepala Daerah Tak Perlu Takut Lagi Gunakan Anggaran

SELASA, 01 SEPTEMBER 2015 | 02:11 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Para menteri, juga termasuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan para kepala daerah, harus membuang ketakutan untuk menggunakan anggaran negara.

Demikian disampaikan anggota Komisi III dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasir Djamil. Menurut Nasir, fenomena ketakutan dalam menggunakan anggaran tersebut tidak saja berlangsung di daerah-daerah.

"Dalam rapat-rapat dengan para menteri atau eselon 1 kementerian dan badan atau lembaga negara, mereka juga mengungkap ketakutan yang sama, yakni dari pada kemudian hari berurusan dengan hukum, lebih baik tidak mengeksekusi sebuah anggaran," tegas Nasir sebagaimana dilansir JPNN (Selasa, 1/9).


Menurut Nasir, katakutan ini tak perlu lagi. Sebab Jaksa Agung telah membentuk tim pendamping untuk daerah agar tidak keliru dalam menggunakan anggaran.

"Permintaan Komisi III DPR kepada Jaksa Agung untuk membentuk tim pendamping penggunaan anggaran negara di daerah dikabulkan oleh Jaksa Agung. Ini cukup efektif untuk meminimalisir dugaan penyalahgunaan atau proses penggunaan anggaran," demikian Nasir.

Menurut Nasir, akibat ketakutan menggunakan anggaran ini maka serapan anggaran tidak mencapai target dan proses pembangunan tidak jalan. Ujung-ujungnya, rakyat yang dirugikan.

"Bagi kepala daerah-daerah yang sudah didampingi oleh tim Kejaksaan, jangan ragu menggunakan anggaran karena anda di dampingi oleh pengacara Negara. Itu cara Jaksa Agung menyikapi keluhan daerah," demikian Nasir. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya