Berita

ilustrasi/net

Aroma Politik dalam Seleksi Calon Pimpinan KPK Kian Jelas

SABTU, 29 AGUSTUS 2015 | 17:53 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pernyataan Bareskrim Polri yang akan menetapkan calon pimpinan (Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dalam waktu dekat sangat janggal. Pernyataan ini juga berbau politis sebab baru diungkap ketika seleksi masuk tahap akhir.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana), Samuel F. Silaen. Menurut Samuel, dalam beberapa hari ini pun persoalan capim KPK ini akan begitu seksi dan disinyalir ada perseteruan kuat. Tarik menarik ini bermuara pada lingkungan Istana dan DPR RI yang nantinya akan melakukan fit and proffer test kepada nama-nama yang akan di pilih oleh Presiden untuk kemudian diserahkan ke Komisi III DPR RI.

"Jika baru sekarang Bareskrim sibuk seolah-olah tengah menyelidiki dua capim KPK yang sedang bermasalah itu masih mengikuti tahap seleksi. Apalagi ada info yang beredar bahwa kedua capim KPK tersebut sudah berada sejak lama dari periode kepemimpinan KPK jilid II. Maka ini akan semakin mempertegas betapa kentalnya aroma politis dalam menentukan pimpinan KPK kali ini," ungkap Samuel, yang juga Ketua Umum Generasi Muda Republik Indonesia, dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 29/8).


Meurutnya, berdasarkan UU KPK calon yang menjadi tersangka harus digugurkan. Untuk itu, Pansel KPK tidak akan meloloskan pihak yang menjadi tersangka ke delapan besar kandidat pimpinan lembaga adhock itu.

"Komisioner saja kalau tersangka harus mengundurkan diri sementara apalagi baru mau jadi Capim. Demikian bunyi UU KPK. Semangatnya sudah bener tapi jika dilakukan pada waktu yang salah maka itu yang akan mengundang berbagai persoalan baru," demikian Samuel, yang juga Ketua Bidang DPP KNPI. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya