Berita

ilustrasi/net

KBRI Moskow Dukung Upaya Kabupaten Penajam Paser Utara Gaet Perusahaan Rusia

KAMIS, 27 AGUSTUS 2015 | 05:54 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow mendukung upaya Kabupaten Penajam Paser Utara untuk membahas tindak lanjut kerja sama pembangunan rel kereta api dengan perusahaan Russian Railways (RZD). RZD merupakan salah satu investor Rusia yang saat ini tengah menggarap proyek pembangunan jalur kereta api di Kalimantan Timur, khususnya untuk angkutan batu bara.

Mengawali kunjungannya ke Rusia, delegasi Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur yang dipimpin oleh Bupati Yusran Aspar melakukan pertemuan dengan Wakil Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, Nugroho Setyadie pada 24 Agustus 2015. Kunjungan ke Rusia ini merupakan undangan RZD.

Sementara itu, pembangunan jalur kereta api tersebut diharapkan dapat mempermudah akses pengiriman batu bara di wilayah tersebut. Selama ini batubara tersebut diangkut dengan truk-truk untuk selanjutnya dibawa dengan kapal-kapal besar yang seringkali mengalami kesulitan saat melewati beberapa jalur sungai di kawasan tersebut.


Selain mengadakan pertemuan dan pembicaraan dengan pihak RZD, selama berada di Rusia, delegasi Kabupaten Penajam Paser Utara yang antara lain terdiri dari unsur Pemerintah Daerah, KADIN Daerah dan kalangan pengusaha tersebut akan melakukan kunjungan ke Kazan dan St. Petersburg untuk melihat langsung technopark yang terdapat di sana, yang nantinya akan dikembangkan pula di Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Penajam Paser Utara.

Dalam kesempatan tersebut, sebagaimana dalam keterangan kepada redaksi (Kamis, 27/8), Wakil Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, Nugroho Setyadie, menyampaikan sekaligus juga mempromosikan potensi-potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Penajam Paser Utara mengingat saat ini minat para pebisnis Rusia untuk menanamkan investasinya di Indonesia cukup besar. Hal ini antara lain karena Rusia tengah gencar mencari mitra bisnis baru sebagai alternatif pengembangan kerja sama di luar kawasan Eropa dan Amerika, yang antara lain dipicu oleh pemberlakuan sanksi ekonomi oleh pihak Barat kepada Rusia hingga Januari 2016.

Terlebih lagi, lanjutnya, Rusia memandang kawasan Asia Pasifik, termasuk negara-negara ASEAN sebagai kawasan dinamis yang sangat potensial untuk menjadi mitra kerja sama di berbagai sektor. Indonesia sebagai salah satu negara utama di ASEAN, kiranya dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk peningkatan kerja sama ekonomi-perdagangan, investasi dan pariwisata. [ysa]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Realisasi Pendapatan Perparkiran di Jakarta Memble

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:21

Keluarga Sutrimo Tak Lagi Pasrah soal Penyebab Kematian Karumga Febrie

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:18

Rp4,1 Triliun BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II segera Cair

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:36

Penjarahan dan Keruntuhan Kota Roma, 410 M

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:16

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Pancasila Dasar Negara Kita

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:43

Rudy Tanoe Bantah Mangkir Panggilan KPK

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:16

Waspada Banjir Rob Rendam Kawasan Pesisir Jateng

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:00

Dibuka Sayembara Rp100 Juta untuk Ijazah SMA Gibran

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:28

Zikir Kebangsaan di Istiqlal

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:08

Selengkapnya