Berita

ilustrasi/net

Setelah Ditembak, Dua Residivis Akhirnya Menyerah pada Polisi

RABU, 26 AGUSTUS 2015 | 03:20 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Roby Hariyanto dan Fery Hariyanto harus menyerah di tangan polisi dari Polres Metro Jakarta Barat. Kaki dua residivis Lembaga Pemasyarakatan Nusa Kambangan ini terpaksa didor usai menggasak uang senilai Rp 20 juta milik nasabah bank.
     
Belakangan terungkap, komplotan rampok yang dikenal berdarah dingin dan digawangi dua bersaudara ini sudah beraksi sebanyak enam kali. Mereka kerap mengincar nasabah usai mencairkan uang di bank.

Pengungkapan kasus ini erawal dari penangkapan adiknya Fery di bilangan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Berlanjut ke pangakapan Roby di Kota Cilegon pada 14 Agustus lalu. Atas perbuatannya, kedua kaka beradik ini dijerat Pasal 365 KUHP, dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.
    

    
"Dari tangan komplotan ini kami menyita sisa hasil rampokan senilai Rp 500 ribu. Kalau senpi, pengakuan mereka selama ini sewa, berjenis FN. Seluruhnya masih kita kembangkan," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Rudy Heriyanto Adi Nugroho, sebagaimana dilansir JPNN (Rabu, 25/6).

Sementara itu, Kapolsek Metro Cengkareng, Kompol Sutarjono yang mengawali penyelidikan komplotan ini berujar, uang hasil rampokan biasanya mereka bagi rata dan dihabiskan untuk foya-foya.

"Pengakuan mereka digunakan untuk beli sabu-sabu yang kemudian mereka jual lagi," kata Sutarjono.
    
Sementara itu, Fery adik dari Roby ini mengaku, hasil rampokan terakhir hanya menerima jatah Rp 3 juta. Dia juga mengaku sejak lama tidak bermain dengan kakaknya yang terkenal sebagai perampok.

"Tahun 2004 itu dua kali saya ikut, terus di 2015 ini juga dua kali. Itu aja, karena kepepet gak punya kerjaan. Niatnya sih habis ini mau buka usaha aja di kampung," kata pria beranak tiga tersebut. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya