Berita

SKANDAL CENTURY

Misbakhun Tantang Elit Demokrat Bikin Buku Bantahan soal Century

JUMAT, 21 AGUSTUS 2015 | 15:14 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Muhammad Misbakhun menulis Sejumlah Tanya Melawan Lupa; Mengungkap 3 Surat SMI kepada Presiden SBY‎ dengan sejumlah data. Karena itu, bila ada yang membantah buku tersebut, Misbakhun menantang untuk juga menulis buku lagi.

"Ini negeri demokrasi. Justru, semakin banyak buku terkait kasus Century, membuktikan kasus itu memang kasus yang sangat besar. Salah besar kalau Pak Ruhut Sitompul menyebut saya stres berat," kata Misbakhun dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 21/7).

Misbakhun pun mempertanyakan, apakah Ruhut Sitompul dan Herman Khaeron sudah membaca atau mendengarkan isi testimoni Anne Mulya dan Nadia Mulya saat peluncuran buku tersebut atau tidak. Lalu mengata Ruhut dan Herman tak memiliki simpati terhadap keluarga Budi Mulya.


"Kenapa hanya Budi Mulya yang jadi terpidana? Lalu bagaimana dengan pejabat lain yang ikut serta dalam pengambilan keputusan bailout Century. Kasus Century hanya menjerat satu nama. Apakah ini tidak janggal?" tanya Misbakhun.

Misbakhun kembali mengingatkan bahwa kasus ini sudah 7 tahun, dan mandeg di tangan penegak hukum. Dan dengan ini, Misbakhun mau mengingatkan kembali, bahwa Rp 6,7 triliun itu bukanlah uang yang sedikit.

‎"Kalau memang Pak SBY atau Demokrat terganggu dengan buku saya atau pernyataan saya. Kenapa gak sekalian minta KPK untuk mengonfirmasi surat-surat Sri Mulyani ke Pak SBY. Dihadapkan saja mereka berdua di hadapan penyidik KPK," tegas Misbakhun.

"Karena selama kasus ini menggantung, sepanjang itu pula akan dikaitkan dengan Pak SBY. Jadi saya dan publik akan memberikan aplaus bila Pak SBY mau menyatakan siap diri untuk memberikan keterangan ke KPK," sambung Misbakhun.

Dengan buku ini juga, Misbakhun mengingatkan akan satu periode kelam di Republik ini. Ia pun mengajak LSM, pemerhati hukum, seperti ICW, untuk membaca buku ini dan untuk ikut bersuara agar kasus ini bisa dituntaskan KPK. Ia juga mengajak media massa yang saat proses Hak Angket Century memberikan porsi yang cukup besar dalam pemberitaan untuk kembali mengangkat isu penuntasan kasus Century.

"Memang, saya menyadari begitu banyak kasus yang terjadi saat ini.Tapi kasus Bank Century haruslah jadi prioritas seluruh anak bangsa untuk diselesaikan. Mari kita menolak lupa penuntasan kasus Century. Sebab, masih ada sejumlah tanya yang harus terjawab melalui proses hukum," demikian Misbakhun. [ysa]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Realisasi Pendapatan Perparkiran di Jakarta Memble

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:21

Keluarga Sutrimo Tak Lagi Pasrah soal Penyebab Kematian Karumga Febrie

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:18

Rp4,1 Triliun BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II segera Cair

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:36

Penjarahan dan Keruntuhan Kota Roma, 410 M

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:16

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Pancasila Dasar Negara Kita

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:43

Rudy Tanoe Bantah Mangkir Panggilan KPK

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:16

Waspada Banjir Rob Rendam Kawasan Pesisir Jateng

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:00

Dibuka Sayembara Rp100 Juta untuk Ijazah SMA Gibran

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:28

Zikir Kebangsaan di Istiqlal

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:08

Selengkapnya