Berita

RINI SOEMARNO/NET

PEMBELIAN PESAWAT

Menteri BUMN Mau Sesatkan Publik

SELASA, 18 AGUSTUS 2015 | 13:20 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kabar berkembang, bahwa sesungguhnya dari sudut pandang regulator, Garuda Indonesia tidak mendapat persetujuan untuk mengadakan 30 unit pesawat baru seperti yang direncanakan Kementerian BUMN.

"Kita harus ingat. Garuda Indonesia sebenarnya telah melakukan kesalahan dengan mengadakan pembelian Boeing 777 beberapa tahun lalu," ungkap peneliti Universitas Bung Karno (UBK), Gede Sandra, dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 18/8).

Setelah dibeli hingga kini, jelas Gede Sandra, ternyata pesawat Garuda Indonesia Boeing 777 tidak pernah terisi penuh ketika lepas landas (take off) dari bandara manapun di Indonesia.


Selain itu Gede juga menyindir Menteri BUMN yang telah menyesatkan publik. Terutama terhadap pernyataannya yang terakhir ketika merespon kritikan Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli atas rencana belanja pesawat baru yang dilakukan BUMN di sektor perhubungan udara tersebut.

"Dengan mengatakan bahwa hanya kementeriannya dan Kementerian Koordinator Perekonomian yang boleh mengintervensi Garuda Indonesia, Menteri BUMN telah coba menyesatkan publik," ungkapnya.

Menurut Gede, kedua institusi negara tersebut memang pemegang saham atas nama Negara dalam Garuda Indonesia. Tapi harus diingat, bahwa kementerian teknis yang membawahi Garuda Indonesia adalah Kementerian Perhubungan, yang di bawah Kementerian Koordinator Maritim dan Sumber Daya.
 
Karena itu, tutup Gede Sandra, adalah sesuatu yang wajar bila kemudian Menteri Perhubungan mempertanyakan "gejala" keanehan terhadap rencana belanja pesawat terbang yang bisa membuat Garuda Indonesia berpotensi merugi. Karena bila terjadi benar Garuda merugi, maka yang terdampak adalah sistem transportasi nasional yang berada di bawah tanggung jawab Kementerian Perhubungan. [ysa]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Realisasi Pendapatan Perparkiran di Jakarta Memble

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:21

Keluarga Sutrimo Tak Lagi Pasrah soal Penyebab Kematian Karumga Febrie

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:18

Rp4,1 Triliun BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II segera Cair

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:36

Penjarahan dan Keruntuhan Kota Roma, 410 M

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:16

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Pancasila Dasar Negara Kita

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:43

Rudy Tanoe Bantah Mangkir Panggilan KPK

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:16

Waspada Banjir Rob Rendam Kawasan Pesisir Jateng

Senin, 10 Agustus 2026 | 02:00

Dibuka Sayembara Rp100 Juta untuk Ijazah SMA Gibran

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:28

Zikir Kebangsaan di Istiqlal

Senin, 10 Agustus 2026 | 01:08

Selengkapnya