Berita

lukman hakim saifuddin/net

MUKTAMAR MUHAMMADIYAH

Menteri Agama Berharap Muhammadiyah Jadi Mitra Strategis-Konstruktif

SENIN, 03 AGUSTUS 2015 | 07:00 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mendukung penuh  Gerakan Pencerahan Muhammadiyah. Gerakan pencerahan itu mengandung tiga point, yaitu pembebasan, pemberdayaan, dan pemajuan.

"Saya mendukung penuh gerakan tersebut karena mencerminkan visi Muhammadiyah untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa sesuai ajaran pendirinya, KH Ahmad Dahlan," kata Lukman kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Senin, 3/8).

Muhammadiyah, ungkap Lukman, dapat menjadi mitra pemerintah dalam membebaskan masyarakat dari segala penghambat kemajuan seperti kemiskinan dan korupsi, serta mencerdaskan bangsa melalui pendidikan dan penguasaan teknologi. Ia pun berharap media massa menyebarkan secara tepat berbagai substansi penting yang dibahas dalam muktamar.


"Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang utuh tentang program Muhammadiyah ke depan. Media hendaknya mampu mengangkat dan mendalami isu-isu penting tersebut sebagai proses pencerahan publik, selain isu di seputar pemilihan Ketua Umum PP Muhammadiyah," ungkap Lukman.

Apa pun hasil muktamar ini, Lukman berharap berharap Muhammadiyah semakin mampu mencerahkan umat dan mengawal kemajuan peradaban bangsa Indonesia, juga menjadi mitra strategis dan konstruktif bagi pemerintah dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

"Selamat kepada warga Muhammadiyah dalam bermuktamar. Semoga menghasilkan sumbangsih yang signifikan dan mencerahkan bagi kemajuan negara dan bangsa,‎" demikian Lukman. [ysa]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya