Berita

Menteri Basuki Berharap IndII Bantu Rencanakan Pembangunan Jalan

SABTU, 01 AGUSTUS 2015 | 13:17 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menerima kunjungan Tim Indonesia Infrastructure Initiative (IndII) yang dipimpin David Roy di kantor Kementerian PUPR. Dalam kesempatan ini, David Roy yang di damping John Lee dan David Faster, menjelaskan tentang program bantuan yang akan diberikan kepada kementerian PUPR.

Menurut Menteri Basuki, kehadiran Tim IndII di kantor Kementerian PUPR merupakan kejutan. Ia tidak mengira jika program IndII masih berjalan.

"Saya berharap IndII bisa membantu Kementerian PUPR dalam hal ini Direktorat Jenderal Bina Marga dalam merencanakan pembangunan jalan di Indonesia di masa mendatang," ujar Menteri Basuki.


IndII merupakan proyek bantuan Australia yang dikelola oleh Snowy Mountain Engineering Corporation (SMEC) Internasional atas nama pemerintah Australia. Tujuan proyek ini meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui kerja sama dengan Pemerintah Indonesia dalam hal ini diwakili Kementerian PUPR guna meningkatkan kebijakan, perencanaan dan investasi di bidang infrastruktur.

Pada awalnya IndII dibentuk untuk periode tiga tahun (2008-2011). Namun melihat keberhasilan program yang telah dilakukan maka fase lanjutan proyek bantuan ini diperpanjang hingga Januari 2017.

Menteri Basuki berharap jajaran Kementerian PUPR dalam hal Ini Ditjen Bina Marga, Ditjen Cipta Karya dan Ditjen SDA memanfaatkan keberadaan program IndII ini. Fokus dari program IndII adalah peningkatan kualitas dari sebuah proyek, seperti disain, procurement dan implementasi.

"Tim IndII yang akan memberi arahan kepada para ahli kita apa saja yang akan dilakukan lima tahun ke depan," tutur Menteri Basuki, dalam pertemuan Jumat kemarin (31/7).

Dalam kesempatan ini Menteri Basuki di dampingi Sekjen PUPR, Taufik Widjoyono, Dirjen Bina Marga, Hediyanto W. Husaini, Dirjen Cipta Karya, Andreas Suhono serta jajaran dari masing-masing Ditjen Bina Marga dan Cipta Karya. [ysa]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya