mega-jokowi/net
mega-jokowi/net
"Jawabannya adalah bahwa tidak ada keharusan protokol konstitusi bahwa presiden tidak boleh mengunjungi tokoh senior bangsa, mantan presiden, hingga ketum parpol, baik yang mengusulkannya menjadi capres ataupun tidak, untuk mendahului memberi ucapan selamat hari raya," ujar pakar hukum tata negara Andi Irmanputra Sidin kepada Kantor Berita Politik RMOL seaat lalu (Rabu, 22/7).
Menurutnya, Presiden Jokowi tidak harus menunggu di istana layaknya simbol monarki di negara kerajaan. Presiden bisa keluar istana di hari raya untuk mendahului menyampaikan permintaan maaf ke Megawati sebagai aktor utama yang mengusungnya, juga ke tokoh bangsa lain. Hal tersebut, lanjut Irman, tidak akan menjatuhkan wibawa presiden sebagai salah satu pemegang kekuasaan konstitusional.
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40