Berita

totok daryanto/net

Nusantara

PAN Sebut Insiden Tolikara Pelanggaran HAM Berat

MINGGU, 19 JULI 2015 | 12:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Insiden Tolikara adalah pelanggaran HAM berat yang wajib dikutuk, bukan hanya oleh umat Islam Indonesia, tetapi oleh atas nama kemanusiaan di seluruh dunia.

Begitu tegas Wakil Ketua Umum PAN Totok Daryanto menanggapi insiden anarkisme terhadap umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah Idul Fitri di Karubaga, Tolikara, Papua.

"Melarang manusia atau kelompok manusia melaksanakan ibadah sesuai dengan agamanya adalah pelanggaran HAM berat," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sesaat lalu (Minggu, 19/7).


Namun begitu, anggota Komisi VII DPR RI ini mengimbau agar umat Islam tidak terprovokasi atas peristiwa tersebut.

"Kita ini adalah bangsa yang besar berperadaban tinggi, dan telah teruji melalui berbagai peristiwa tetap kokoh  menunjukkan nilai-nilai kebangsaanya berdasarkan Pancasila," sambungnya.

Lebih lanjut Totok meminta agar pemerintah, khususnya di daerah, bekerja lebih keras untuk menjaga keamanan bagi kelompok agama yang sedang menjalankan ibadah. Seluruh jajaran pimpinan pemerintahan di daerah Karambuga, Tolikara, harus juga merasa malu karena telah gagal melaksanakan tugas menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

"Mereka harus bertanggung jawab dan saya sarankan mengundurkan diri bila tidak sanggup melaksanakan tugas-tugasnya," lanjut Totok.

Totok juga menyarankan agar penanggulangan masalah ini dilakukan melalui pendekatan perspektif lokal dan multidimensional dan jangan melulu dilihat dari sudut keagamaan.

"Pendekatan kultural, ekonomi, dan keagamaan harus dijadikan satu paket kebijakan yang terpadu. Intinya ini adalah peristiwa kecil jangan dibesar-besarkan, tetapi harus ada langkah yang kongkret dan sistematis dari pemerintah. Provokator jangan diberi ruang gerak yang bebas dan kepada seluruh kelompok masyarakat di sana harus diedukasi cara hidup bermasyarakat yang lebih kohesif dan beradaptasi," tandas Totok. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya