Berita

tan taufiq lubis/net

Nusantara

OIC Indonesia: Jangan Jadikan Agama Alat Legitimasi Kekuasaan

MINGGU, 19 JULI 2015 | 07:46 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Presiden Organitation Islamic Conference (OIC) Indonesia Tan Taufiq Lubis turut menyesalkan insiden pelarangan shalat Idul Fitri berbuntut perusakan tempat ibadah di Tolikara, Papua, Jumat (17/7) kemarin.

Ia pun mengingatkan, secara normatif-doktriner, agama selalu mengajarkan kebaikan, cinta kasih, dan kerukunan. Tapi disayangkan jika kenyataan sosiologis justru memperlihatkan kebalikannya. Agama justri dijadikan sumber konflik yang tak kunjung reda, baik konflik internal maupun eksternal.

"Kami mengecam tindakan brutal tersebut. Sudah saatnya umat beragama mengkaji ajaran agamanya secara benar dan kritis, tidak terjebak pada persoalan-persoalan yang formalistik dan bersifat simbol belaka. Sementara substansi ajarannya yang penuh perhatian terhadap persoalan kemanusiaan dan akhlaq karimah seperti keadilan, kejujuran, dan kedermawanan terabaikan," ujarnya.


Terlebih, sambung Tan Taufik, jika kemudian agama direduksi dengan menempatkan posisi agama sebagai alat legitimasi aktivitas politik dan kekuasaan. Pada saat seperti ini, lanjutnya, agama sejatinya tinggal sebuah simbol kekuasaan yang kehilangan makna substansial.

"Oleh sebab itu, umat beragama perlu merenungi kembali persoalan ini. Bagaimana agama bisa menjadi kekuatan moral dan spirit umat untuk melakukan aksi yang selalu bermanfaat  bagi orang lain, bukan sebaliknya merusak tatanan  sosial. Kiranya kita perlu merenungi hadist Nabi yang berbunyi 'sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain'," tandasnya.[wid]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya