Berita

budi waseso/net

Komentar Komjen Buwas terhadap Buya Syafii Cermin Arogansi

RABU, 15 JULI 2015 | 13:23 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Sebagai seorang pejabat penegak hukum, Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso sudah kete‎rlaluan. Pasalnya, jenderal bintang tiga tersebut sudah menggunakan kekuasaannya secara adigang, adigung, dan adiguno.

‎Begitu tegas pengamat politik IndoStrategi Andar Nubowo menanggapi ocehan Buwas yang menyindir mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif untuk diam dan tidak mencampuri urusan penegakan hukum yang sedang dilakukan Bareskrim Polri.

"Komentar Buwas terhadap Buya Syafii itu cermin arogansi. Atas nama penegakkan hukum, ia merasa di atas angin atau tidak boleh dikritik. Ini berarti seorang presiden juga bagi Buwas bukan siapa-siapa. Ia akan berani menantang dan tidak tunduk pada Panglima Tertinggi Presiden RI Joko Widodo," ujarnya saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu (Rabu, 15/7).


Andar menilai bahwa ‎apa yang disampaikan Buya Syafii Maarif masih dalam koridor seruan moral untuk tidak mengkriminalisasi suara-suara kritis di negeri ini. Ini mengingat saat ini sudah sebanyak 49 orang yang ditersangkakan Buwas sejak dia memimpin Kabareskrim. Terlebih semua proses penersangkaan itu tidak lepas dari suara kritik yang mengarah pada penegakan hukum Polri, yang dianggap bertabrakan dengan seemangat anti korupsi dan pemajuan demokrasi.

"‎Secara prosedural, Kabareskrim menggunakan alat hukum untuk menersangkakan orang. Tetapi, ia menggunakan kekuasaannya secara tebang pilih. Hanya kasus-kasus yang dianggap merugikan kelompok tertentu lah yang langsung ia tangani," sambung pengajar FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Atas kesewenang-wenangan Buwas yang semakin buas itu, Buya Syafii hadir untuk mencoba mengingatkan penegakkan hukum yang mengarah pada kriminalisasi dan pembengkokkan demokratisasi dan gerakan anti korupsi.

"Buwas ini anomali bagi pemberantasan korupsi di negeri ini. Dia pion yang digunakan oleh kekuasaan untuk membungkam nalar kritis dan kewarasan publik, atas nama 'sebuah penegakkan hukum' yang direkayasa. Untuk itu, kita berharap, Komjen Budi Waseso untuk tidak terus menjadi alat kriminalisasi," lanjut lulusan Ecole des Hautes Etudes en Sciences Sociates (EHESS), Paris, Perancis itu.

Lebih lanjut, Andar mengingatkan agat Buwas menggunakan kekuasaannya untuk kemaslahatan publik. Jika terus melakukan penyelewengan, maka Andar mengingatkan Buwas akan buasnya people power.

"Sebagai seorang Jenderal Polisi yang pemberani, muda, sebaiknya gunakan kekuasaan bintang tiganya untuk kebajikan dan kemaslahatan publik. Sebab, publik mencatat. Jika publik sekali saja tersakiti, seorang Komjen Buwas tidak akan bisa melawan opini, persepsi, dan sikap publik," tandasnya. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya