Berita

budi waseso/net

Mantan Wakapolri Oegroseno Sudah Pernah Ingatkan soal Kedangkalan Pikir Buwas

RABU, 15 JULI 2015 | 10:48 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Ocehan Kabareskrim Komjen Budi Waseso terhadap Buya Syafii Maarif sangat berlebihan dan menyiramkan nada menyerang yang menjurus penghinaan terhadap mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut. Dalam konteks itu, Buwas gagal memahami dan meresapi semangat reformasi di tubuh Polri, yakni terbuka terhadap kritik.

Begitu kata aktivis muda Muhammadiyah Razikin Juraid saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu (Rabu, 15/7).

"Hal tersebut menggambarkan kedangkalan berpikir Buwas. Perlu diingat bahwa mantan Wakapolri Oegroseno pernah mengingatkan Indonesia soal Buwas. Ia pernah bilang 'Buwas tidak pernah menjabat sebagai Kapolda tipe A. Seharusnya, Kabareskrim dipimpin orang yang pernah jadi Kapolda tipe A'. Artinya, Buwas Belum cukup cakap, terampil, dan berpengetahuan untuk ditempatkan sebagai Kabareskrim," ujar‎nya.


Menurut Razikin, setidaknya ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kegaduhan yang lebih besar.‎ Pertama, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti harus memastikan reformasi di institusi Polri berjalan sesuai amanat reformasi dan Polri tidak anti kritik.

"Kedua, mencopot Buwas dari jabatan Kabareskrim. Dalam konteks ini Budi Waseso perlu disekolahkan lagi," sambung mantan Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) tersebut.

Sementara langkah ketiga adalah Polri harus menjalin kerjasama baik dengan semua institusi penegak hukum yang lain, agar kepercayaan rakyat dapat dipulihkan kembali. Dan terakhir merupakan catatan bahwa cara-cara mengkriminalkan seseorang atas dasar dendam sudah bukan zamannya lagi.

"Sebagai anak bangsa,  saya memberikan dukungan penuh kepada Polri untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu dengan pikiran yang rasional dan kepatutan sekaligus saya merindukan punya Polri yang dicintai rakyat," tandasnya. [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya