Berita

Ilustrasi/net

Pertahanan

TNI AL Akhirnya Punya Simulator Kapal Selam

SELASA, 14 JULI 2015 | 03:49 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Guna membentuk karakter awak kapal selam yang militan tangguh, tanggon dan trengginas yang dibentuk melalui pola pelatihan yang aman dan terkendali, TNI AL kini memiliki Submarine Control Simulator (SCS), yaitu sarana simulator khusus untuk latihan manuver dan pengendalian kapal selam.

Diinformasikan Kepala Dispenal Laksamana Pertama TNI M. Zainudin, sarana canggih tersebut diresmikan penggunaannya oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi di komplek Kolatarmatim, Komando Armada RI Kawasan Timur, Ujung Surabaya, Senin (13/7).

SCS merupakan sarana latihan prajurit kapal selam TNI AL dengan model simulasi kabin bergerak yang di produksi oleh Rheinmetal Defence Jerman.


Kabin SCS dapat bergerak dengan kecepatan 10º /dt dan mencapai kemiringan hingga 45º, dengan tinggi total 4 meter, serta berat 85 ton.

Fungsi lain dari SCS adalah sebagai sarana pelatihan dan familisasi pengendalian kapal selam, penyesuaian personil dengan dinamika gerakan kapal selam, pelatihan prosedur-prosedur, pelatihan keadaan darurat dan integrasi awak kapal selam.

Beberapa negara di dunia yang telah memiliki SCS canggih seperti ini antara lain Yunani, Jerman, Turki, Korea Selatan, Italia, Singapura, dan terakhir Indonesia.

Laksamana TNI Ade Supandi optimis dengan dimikinya SCS maka para prajurit TNI AL, khususnya pengawak kapal selam TNI AL, dapat meningkat dengan pesat kemampuannya, terasah dan mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi tinggi yang ada di kapal selam modern.

Prosesi peresmian SCS diawali dengan penandatangan naskah serah terima  dari  Dirut PT Pustaka Strategi  Legiman Sutrisman kepada  Kepala Dinas Pengadaan (Kadisadal) Laksamana Pertama TNI Prasetya Nugraha dilanjutkan penyerahan dari Kadisadal kepada  Asisten Logistik (Aslog) KSAL Laksamana Muda TNI Harry Pratomo. Kemudian Aslog KSAL menyerahkan kepada Pangarmatim  Laksda TNI Darwanto selaku user.

Pada saat yang sama Laksamana TNI Ade Supandi juga meletakkan batu pertama pembangunan Submarine Command and Team Trainer (SCTT).

SCS dan SCTT merupakan bagian dari Submarine Training Center, yaitu fasilitas untuk mengasah kemampuan para awak kapal selam.  Pembangunan kedua sarana tersebut dilaksanakan secara bertahap.

Total secara keseluruhan fasilitas Submarine Center terdiri atas SCS, SCTT, MPCS (Machinery and Propulsion Control Simulator), FDCS (Fire and Damage Control Simulator) dan SETT (Submarine Escape Team Trainer).

"Dari kelima fasilitas Submarine Center ini, untuk sementara TNI AL baru menyelesaikan SCS. Fasilitas lainnya akan dibangun secara bertahap, menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia," papar KSAL.

Menurut KSAL, dengan dibangunnya komplek Submarine Training Center dapat mewadahi pelatihan para awak kapal selam yang sedang tidak melaksanakan operasi pelayaran.

Kepada para pengguna  SCS  khususnya prajurit pengawak kapal selam, KSAL menekankan sarana SCS ini yang merupakan komitmen TNI AL untuk meningkatkan  kemampuan dan profesionalisme prajurit  kapal selam agar senantiasa terasah  dan mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya