Berita

net

Istana Sudah Koreksi Salah Tulis Dana Desa Rp 350 Miliar

JUMAT, 10 JULI 2015 | 19:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pihak Istana sudah mengoreksi salah tulis soal besaran dana desa. Koreksi dilakukan beberapa jam setelah salah tulis tersebut diberitakan media online dan ramai dipergunjingkan di media sosial.

Kesalahan tulis muncul dalam berita di laman situs resmi Sekretariat Kabinet berjudul "Perkuat Sinergi, Presiden Jokowi Teken Revisi PP No. 43 Tentang Dana Desa.

Di dalam berita awalnya disebutkan alokasi dana desa sebesar Rp 350 miliar. Namun pantauan redaksi pada pukul 19.00, besaran dana alokasi tersebut telah diubah menjadi Rp 350 juta. Memang, dana yang dialokasikan untuk tiap desa yang benar adalah Rp 350 juta, bukan Rp 350 miliar.


Meski telah merevisi namun tidak ada klarifikasi yang disampaikan pihak Sekretariat Kabinet. Sikap Kementerian yang dipimpin Andi Widjojanto ini sekarang jadi perbincangan di kalangan terbatas.

Banyak yang menyayangkan sikap tersebut dan menyarankan semestinya pihak Sekretaris Kabinet menyampaikan klarifikasi seperti dilakukan Kementerian Sekretaris Negara saat salah mengetik kepanjangan BIN dalam surat undangan pelantikan beberapa hari lalu.[dem]

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Pembangunan Gerai KDKMP di Tubaba Terkendala Masalah Lahan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:59

KDKMP Butuh Ekosistem Pasar Hingga Pendampingan Berkelanjutan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:43

Ziarah ke Makam Ainun Habibie

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:23

Ketidaktegasan Prabowo terhadap Jokowi dan Luhut jadi Sumber Kritik

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:59

Implementasi KDKMP Masih Didominasi Administrasi dan Kepatuhan Fiskal

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:42

Aktivis Senior: Program MBG Simbol Utama Kebijakan Pro-Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:20

Kontroversi Bahlil: Anak Emas Dua Rezim

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:53

Rosan Ungkap Pembangunan Kampung Haji Baru Dimulai Kuartal Empat 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:41

Tim Gabungan Berjibaku Cari Nelayan Hilang Usai Antar ABK

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:24

Pemerintah Harus Antisipasi Ketidakstabilan Iklim Ekonomi Global

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:02

Selengkapnya