Berita

NASARUDDIN UMAR/NET

BERKAH RAMADHAN (36)

Belajarlah Dari Luqmanul Hakim

SELASA, 07 JULI 2015 | 09:10 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

LUQMANUL Hakim seorang manusia biasa yang peker­jaan sehari-harinya pencari kayu bakar di Habsy. Ia bu­kan Nabi, bukan Rasul, bu­kan bangsawan, dan bukan pula ulama besar. Ada ri­wayat menyebutkan ia se­orang hakim di zaman Nabi Daud. Riwayat lain menye­butkan ia hidup sesudah Nabi Isa sebelum Nabi Muhammad lahir. Ia memiliki banyak kelebihan di balik kesederhanaannya sehingga namanya diabadikan di dalam Al-Qur’an sebagai Surah Luqman. Menurut Ibnu Katsir, nama panjang Luqman ialah Luqman bin Unaqa' bin Sadun. Ia digambarkan bertubuh pendek dan berhidung mancung dari Nubah.

Suatu ketika Luqmanul Hakim masuk ke da­lam pasar menaiki seekor himar (keledai), se­dangkan anaknya mengikuti dari belakang. Melihat tingkah laku Luqman, ada sekumpulan orang yang berkata: "Lihatlah orang tua yang tidak punya perasaan, ia keenakan semen­tara anaknya berjalan kaki". Setelah menden­garkan kata-kata itu, maka Luqman turun dari atas keledai lalu anaknya disuruh naik ke atas keledai, sedangkan ia sendiri berjalan kaki. Me­lihat kenyataan itu, maka orang-orang pasar kembali mencemooh: "Lihat orang tua itu, ia berjalan kaki sedangkan anaknya keenakan di punggung keledai, sungguh anak itu tidak tahu malu". Mendengar itu maka Luqmanul Ha­kim juga naik ke atas keledai bersama-sama anaknya. Orang-orang pasar kembali menc­emooh: "Lihat itu ada dua orang menaiki seekor keledai, sungguh menyiksa keledai itu". Karena tidak suka mendengar cemoohan itu maka Luq­manul Hakim dan anaknya turun dari keledai. Orang-orang pasar kembali mencibir: "Lihat itu, dua orang berjalan kaki, sedangkan keledai tidak dikendarai".

Pelajaran berharga yang dapat dipetik dari Luqmanul hakim ialah, hampir musta­hil memenuhi seluruh harapan dan kehendak masyarakat, apalagi kalau masyarakat itu ma­jemuk dan heterogen. Jika kita ingin memper­baiki situasi maka masyarakat harus istiqamah di atas tataran nilai luhur yang banyak disepak­ati orang. Berpegang teguh pada aturan yang standar maka akan mengurangi resiko kehidu­pan. Sama juga dengan menghadapi raja yang dhalim, masyarakat atau rakyat harus mampu beradaptasi dengan rajanya dengan baik. Se­bab dalam kaedah (sunni), lebih utama dipimpin pemimpin yang buruh 100 tahun dari pada ko­song kepemimpinan sehari, yang akan beraki­bat lebih fatal dan berlaku hukum rimba, yang besar memangsa yang kecil.


Menarik untuk diperhatikan apa yang dinase­hatkan Luqmanul Hakim terhadap anaknya bahwa, sesungguhnya dalam setiap keadaan tidak akan pernah bebas dari komentar orang. "Maka orang yang berakal sehat dan beriman tidak akan memilih pertimbangan selain pertim­bangan dan petunjuk dari Yang Maha Obyek­tif, yaitu petunjuk dari Allah Swt". Kebenaran itu universal dan ada di mana-mana. Kemudian Luqmanul Hakim berpesan kepada anaknya, "Wahai anakku, tuntutlah rizqi yang halal su­paya kamu tidak menjadi fakir. Sesungguhnya orang fakir itu akan menjumpai tiga perkara: Pertama, tipisnya keimanan dalam beragama, kedua, lemahnya akal (mudah tertipu dan diper­daya ) dan hilang kemuliaan hatinya". ***

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Arah Pergerakan Ekonomi Nasional dalam Papan Catur Oligarki

Minggu, 06 September 2026 | 05:51

Breaking News: Bandara Soeta Ditutup!

Minggu, 06 September 2026 | 05:16

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Hingga Sumbar

Minggu, 06 September 2026 | 04:52

Menerima Dubes AS untuk ASEAN

Minggu, 06 September 2026 | 04:22

KKP Gelar Inspeksi Kapal Perikanan Demi Lindungi ABK Sesuai Konvensi ILO 188

Minggu, 06 September 2026 | 03:53

Ketika Rasa Sakit Direduksi Angka

Minggu, 06 September 2026 | 03:23

TelkomProperty Pastikan Optimalisasi Aset dan Memenuhi Prinsip Value Creation

Minggu, 06 September 2026 | 02:50

Jangan Ulangi Kesalahan Revolusi Biru

Minggu, 06 September 2026 | 02:21

Tidak Cukup Hanya Pakai Masker, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 01:59

Photex Navy Force SGS 2026 Tampilkan Formasi Laut di Perairan Banten

Minggu, 06 September 2026 | 01:46

Selengkapnya