Berita

ilustrasi/net

RESHUFFLE KABINET KERJA

Beredar Paket Darmin Nasution-Chatib Basri dan Rizal Ramli-Bambang Brodjonegoro

SABTU, 04 JULI 2015 | 13:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Belum dapat dipastikan kapan Presiden Joko Widodo akan mengetuk palu reshuffle Kabinet Kerja.

Sejauh ini ada tiga versi yang beredar mengenai waktu pergantian menteri Kabinet Kerja. Pertama, sebelum Lebaran, yang berarti dalam waktu beberapa hari lagi. Kedua, beberapa hari setelah Lebaran atau pada paruh kedua bulan Juli ini. Ketiga, setelah pemerintahan Jokowi berusia satu tahun atau di bulan Oktober nanti.

Informasi lain yang berkembang di lapangan dan di kalangan media adalah mengenai paket tim ekonomi baru yang akan dibentuk Jokowi.


Paket pertama adalah Darmin Nasution sebagai Menko Perekonomian, dan Chatib Basri sebagai Menteri Keuangan. Darmin Nasution adalah mantan Dirjen Pajak dan mantan Gubernur BI. Sementara Chatib Basri adalah mantan Menteri Keuangan di era Susilo Bambang Yudhoyono.

Nama Darmin Nasution yang kini duduk sebagai Komisaris Utama Bank Mandiri mulai muncul di lantai bursa calon menteri sejak bulan lalu, dan semakin kuat setelah dirinya dipanggil bertemu Presiden Jokowi kemarin (Jumat, 3/7).

Adapun Chatib Basri disebut-sebut sebagai nama yang diusulkan Sri Mulyani Indrawati. Menurut informasi yang berkembang, awalnya ada segelintir orang di Istana Negara yang menginginkan Sri Mulyani (kembali) menempati posisi Menteri Keuangan itu. Tetapi, konon SMI menolak dengan halus dan mengusulkan Chatib Basri yang biasa disapa Dede.

Duet Darmin-Dede ini dinilai kurang bisa menjawab persoalan utama tim ekonomi Jokowi sejauh ini, yakni kegagalan membangun ekonomi kerakyatan berdasarkan Nawa Cita dan Trisakti.

Paket tim ekonomi kedua adalah Rizal Ramli sebagai Menko Perekonomian dan Bambang Brodjonegoro tetap sebagai Menteri Keuangan.

Pasangan ini dinilai lebih menjanjikan. Rizal Ramli dikenal sebagai ekonom serba bisa yang memiliki 1.001 jurus penyelamatan saat bertugas sebagai Kepala Bulog, Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan di era Abdurrahman Wahid. Rizal Ramli yang kini adalah Komisaris Utama Bank BNI 1946 juga dikenal sebagai sosok yang bersih dan antikorupsi.

Sementara Bambang Brodjonegoro dinilai sebagai pekerja keras yang selama ini jatuh bangun membangun pondasi program kerja ekonomi pemerintahan Jokowi. Bambang Brodjonegoro juga dinilai loyal dan tidak memiliki kaitan dengan kepentingan politik praktis apapun.

Di sisi lain, dia juga memiliki kemampuan komunikasi politik yang baik, terlihat dari waktu pengesahan APBN Perubahan 2015 yang relatif cepat.

Paket mana yang akan dipilih Jokowi?

Kita tunggu saat palu reshuffle telah diketuk. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya