Berita

Mau Kontrak Diperpanjang, Freeport Harus Lepas 30 Persen Saham

JUMAT, 03 JULI 2015 | 17:20 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Renegosiasi perpanjangan Kontrak Karya (KK) PT Freeport Indonesia (PTFI) masih alot dan belum tuntas. Bahkan bos Freeport, Mr Moffet harus bolak-balik ke Jakarta untuk merundingkan nasib perusahaan tambang emas raksasa itu.

Anggota Komisi VII DPR RI, Syaikhul Islam Ali meminta pemerintah untuk tidak meneken kesepakatan perpanjangan Freeport kalau perusahaan itu tidak mau divestasi sahamnya 30 persen.

"Ini bukan soal untung-rugi saja, tapi soal kedaulatan atas kekayaan alam kita. Tahun 2015 ini Pemerintah harus miliki 30 persen saham. Kalau sekarang punya 9,36 persen, ya freeport harus divestasi lagi 21 persen. Nanti bisa dibagi Pemerintah, BUMN dan Pemda Papua," ujar politisi muda PKB itu, di Jakarta, Jumat (3/7).


Selain soal divestasi, dia juga meminta agar Pemerintah bisa membeli emas produksi Freeport dengan harga yang wajar. Artinya, lanjut dia, Pemerintah harusnya bisa beli emas Freeport di luar harga pasar.

"Soal harga, saya kira tidak fair kalau menggunakan harga pasar. Emas dan tembaga di tambang Freeport itu milik negara kok, mining right-nya juga ada di Pemerintah kan. Kalau pemerintah beli masak harga pasar?" kata Wakil Sekretaris FPKB DPR RI itu.

Selama ini Freeport sudah diberi banyak kelonggaran, antara lain soal smelter, ekspor konsentrat dan lain-lain.

"Freeport sudah banyak diberi kemudahan oleh Pemerintah kita. Sudah sewajarnya perusahaan itu menerima permintaan Pemerintah kita," tandasnya.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Kadisdik DKI Senang Lihat Kemping Pramuka di SDN 11 Kebon Jeruk

Sabtu, 10 Januari 2026 | 02:03

Roy Suryo Cs Pastikan Menolak Ikuti Jejak Eggi dan Damai

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:47

Polri Tetap di Bawah Presiden Sesuai Amanat Reformasi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:14

Kesadaran Keselamatan Pengguna Jalan Tol Rendah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:04

Eggi dan Damai Temui Jokowi, Kuasa Hukum Roy Suryo Cs: Ada Pejuang Ada Pecundang!

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:34

Debat Gibran-Pandji, Siapa Pemenangnya?

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:19

Prabowo Didorong Turun Tangan terkait Kasus Ketua Koperasi Handep

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:04

Eggi dan Damai Mungkin Takut Dipenjara

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:46

Relasi Buku Sejarah dan Medium Refleksi Kebangsaan

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:42

Kadispora Bungkam soal Lahan Negara di Kramat Jati Disulap Jadi Perumahan

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:07

Selengkapnya