Berita

hanafi rais/net

HERCULES JATUH DI MEDAN

Hanafi Rais Minta TNI Investigasi Dugaan Komersialisasi Penumpang Sipil

RABU, 01 JULI 2015 | 12:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

TNI harus segera menginvestigasi dugaan komersialisasi penumpang sipil dalam Pesawat Hercules C-130 TNI AU yang jatuh di sekitar pemukiman warga di Jalan Djamin Ginting, Medan. Pasalnya, ada pengecualian khusus yang bisa melegakan warga sipil naik Hercules. Tanpa pengecualian, sipil dilarang naik.

Begitu ditegaskan Wakil Ketua Komisi I DPR RI Hanafi Rais saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (Rabu, 1/7).

"Pesawat jenis Hercules itu pesawat angkut. Fungsinya pemindahan barang dan mengangkut pasukan. Kalau ada tujuan khusus untuk sipil tentu ada pengecualian. Di luar itu tidak diperkenankan," ujarnya.


Namun sayang, Hanafi menyatakan enggan berspekulasi jauh tentang dugaan bahwa penumpang sipil dipungut biaya tertentu untuk bisa ikut terbang bersama Hercules.

"Saya juga baru dengar (isu) itu barusan. Dugaan-dugaan di tengah bencana itu tidak baik," ucapnya.

Sebelumnya, Aanggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin mengaku mendapat informasi bahwa penumpang sipil membayar tarif tertentu untuk terbang bersama Hercules ke Natuna. Tarifnya berkisar Rp 900 ribu.

"Saya dapat informasi katanya ada yang bayar sampai Rp 900 ribu (untuk menumpang) tapi sedang saya cek benar atau tidak. Padahal kalau pakai pesawat sipil saja tak sampai semahal begitu dan kini sedang diinvestigasi," jelasnya.

Dugaan politisi PDIP ini semakin menguat dengan adanya pengakuan dari sejumlah keluarga penumpang yang membayar untuk terbang bersama pesawat itu. Bahkan saksi menyatakan membayar sampai Rp 1 juta per orang untuk menumpang pesawat militer tersebut.

"Adik sepupu saya bayar Rp 1 juta," kata Hendra Bakkara, seorang kerabat korban di RSU Adam Malik, Medan.‎ [rus]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya