Berita

Komitmen dan Kecakapan Sutiyoso Alasan PDIP Mendukung

SELASA, 30 JUNI 2015 | 22:48 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kerusuhan 27 Juli 1996 (Kudatuli) digadang-gadang bakal menjadi momok yang menghadang pencalonan Kepala Badan ‎Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI (Purn) Sutiyoso. Pasalnya, dalam insiden penyerangan pendukung Megawati Soekarnoputri itu melibatkan Sutiyoso yang saat itu bertindak sebagai Pangdam Jaya.

Namun yang terjadi justru sebaliknya. PDIP yang menjadi partai pendukung utama pemerintah justru menjadi garda terdepan memuluskan uji kelayakan dan kepatutan Sutiyoso.

Politisi PDIP yang juga anggota Komisi I DPR RI Charles Honoris mengatakan bahwa Fraksi PDIP sudah berkomitmen untuk mendukung semua putusan pemerintah. Tidak hanya itu, Fraksi PDIP juga akan menjadi garda depan memuluskan putusan itu.


"Kita sudah komitmen untuk mendukung pemerintah. Jadi apa saja yang sudah ditunjuk Presiden Jokowi akan kita (PDIP) dukung," ujarnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu (Selasa, 30/6).‎

Dukungan PDIP, lanjut Charles, kian mantap setelah dalam proses fit and proper test, Sutiyoso memiliki rekam jejak yang baik dan pengetahuan intelijen yang mumpuni. Kedua faktor ini yang kemudian memantapkan dukungan PDIP untuk Bang Yos.

"Pengetahuan intelijen beliau bagus. Bang Yos juga punya track record yang baik. Jadi kita makin mantap mendukungnya‎," ujarnya.

Lalu bagaimana dengan kasus Kudatuli?

‎Menurut Charles, PDIP tidak akan mempolitisir insiden tersebut. Dalam hal ini PDIP akan memberikan kesempatan untuk Bang Yos menjelaskan ke publik. Poin yang menjadi catatan PDIP dalam pencalonan ini adalah PDIP akan mengkritisi Sutiyoso apabila melanggar UU.

"Kita tetap akan mengkritisi, tapi jika yang bersangkutan ‎melanggar UU," tandasnya.

Hal itu senada dengan sikap Fraksi PDIP di Komisi I DPR RI yang dibacakan Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq. Dalam pernyataannya, PDIP telah menerima dan mendukung pencalonan mantan gubernur DKI Jakarta dengan berbagai catatan.

"PDIP menerima dan mendukung pencalonan ‎dengan catatan, agar yang bersangkutan dalam menjalankan tugas tunduk dengan UU dan sepenuhnya berorientasi untuk kepentingan negara, bukan kelompok," ujar Mahfudz yang menjadi pimpinan sidang fit and proper test.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya