Berita

Jokowi, Copot Rini Soemarno Sebelum Lakukan Sabotase!

SENIN, 29 JUNI 2015 | 20:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sejauh ini menteri yang menghina Presiden Joko Widodo disebut-sebut adalah Menteri BUMN Rini Soemarno. Menteri Rini menyebut Presiden Jokowi tidak mengerti apa-apa.

Ketua Umum FSP BUMN Bersatu, FX.Arief Poyuono mengatakan, tindakan mengolok-olok yang dilakukan Menteri Rini terhadap Presiden Jokowi sangat keterlaluan.

"Apalagi menganggap Jokowi tidak tahu apa-apa atau istilahnya cuma planga-plongo, itu sama saja Menteri BUMN tidak menghormatinya sebagai atasan. Kalau tindakanyya demikian, sudah dipastikan Menteri BUMN tidak akan pernah mendengarkan apa yang diperintahkan Jokowi," ujar Arief dalam keterangannya kepada redaksi, Senin (29/6).


Menurut dia, tindakan mengolok-olok Jokowi oleh Menteri Rini merupakan pelanggaran etika. Tindakan Rini itu juga sekaligus menunjukkan dirinya tidak loyal terhadap Jokowi.

Menurut Arief, sikap tidak loyal Rini sangat berbahaya. Sebagai menteri BUMN yang memegang dan mengendalikan aset negara yang jumlahnya triliunan, bisa saja Rini melakukan sabotase politik ekonomi kepada Jokowi. Dan bahkan tidak mungkin Rini menjatuhkan pemerintahan.

Menurut dia, salah besar jika Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan Jokowi tidak tahu apa-apa tentang BUMN. Jokowi lebih dulu terlibat di BUMN dibandingkan Menteri Rini. JOkowi pernah menjadi karyawan di PT.Kertas Kraft Aceh.

"Perlu diketahui bahwa Jokowi merupakan karyawan BUMN yang sangat berprestasi. Karena itu kami mendesak Jokowi untuk memecat Rini Seomarno yang sudah mengolok-oloknya," tukas Arief.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya